Harga emas kembali melanjutkan koreksi pada perdagangan Rabu pagi (16/9/2026), tetapi masih bertahan di kisaran US$4.300 per ons troi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Bloomberg, pada pukul 07.48 WIB, harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange tercatat sebesar US$4.320,70 per ons troi. Harga tersebut turun 0,28% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level US$4.332,80 per ons troi.
Harga Minyak Tekan Emas
Koreksi harga emas terjadi ketika harga minyak yang tinggi meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Kondisi tersebut turut mendorong spekulasi bahwa The Fed dapat mempertahankan atau menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter pekan ini.
Kenaikan harga minyak juga mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga mencapai sekitar 92% pada pertemuan kebijakan The Fed pekan ini.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap harga emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Emas Turun 3% September
Sepanjang September 2026, harga emas telah terkoreksi lebih dari 3%. Pelemahan tersebut terjadi setelah emas sempat diperdagangkan di atas US$4.700 per ons troi pada akhir Agustus.
Pergerakan harga emas mencerminkan penyesuaian pelaku pasar terhadap prospek kebijakan moneter The Fed. Fokus investor kini tertuju pada keputusan suku bunga dan pernyataan bank sentral AS untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan selanjutnya.
