Kumpulan Broker Internasional, Broker dengan Cashback Rebate 90% dari komisi kami sebagai IB, 90% Rebate terbesar di Indonesia


    REBATE BROKER INDONESIA

Master IB Broker pemberi cashback rebate Terbesar di Indonesia

www.rebatebrokerindonesia.com adalah Master IB Brokers di banyak Brokers seperti :
XM, Exness, Justmarkets, Tickmill dan HFM
Setelah mendaftar di IB kami wajib mengisi form verifikasi Rebate agar kami bisa melakukan pengecekan akun anda : Verifikasi Rebate Brokers
==========================================================

Legality Auto Rebate International


MASTER IB Brokers
  • Apa itu Auto Rebate Brokers?

    Auto Rebate Brokers adalah Rebate/cashback dari pengembalian spread yang otomatis ditransfer oleh pihak Broker ke Akun Trading / Dompet / Wallet anda dengan syarat anda harus mendaftar dengan Link atau kode IB partners kami, agar kami bisa mensetting 90% Rebate ke Anda

    Apakah Kondisi Perdagangan tetap sama?

    Kami menjamin bahwa semua komisi, spread, dan ketentuan perdagangan tetap sama.

    Apakah gratis untuk mengikuti program cashback / rebate?

    Ya, program ini gratis hanya dengan bergabung melalui IB kami. Lebih lanjut, kami akan membayar Anda dengan mengembalikan komisi kami 90% ke anda untuk setiap transaksi trading Anda.

    Bagaimana saya akan menerima Rebate saya?

    Rebate otomatis ditransfer ke akun trading (Exness, HFM, Justmarkets, Tickmill) atau Dompet/wallet ( XM). Setelah itu, Anda dapat menarik uang rebate dengan semua metode yang disediakan oleh Broker pilihan anda.

    saya sudah memiliki akun, apakah saya bisa pindah IB untuk mendapatkan rebate?

    Tentu saja bisa, panduannya bisa anda klik link dibawah

    - Pindah IB XM Click Here

    - Pindah IB Exness Click Here

    - Pindah IB Justmarkets Click Here

    - Pindah IB HFM Click Here

    - Pindah IB Tickmill Click Here

Emas Tertekan FOMC

 


Harga emas kembali melemah pada perdagangan Rabu, dengan XAU/USD bergerak di kisaran US$4.130–US$4.140 per troy ounce. Penurunan tersebut membuat harga emas kembali mendekati level terendah dalam dua bulan terakhir.

XAU/USD sempat berada di sekitar US$4.135, dengan rentang perdagangan harian antara US$4.127 hingga US$4.170. Tekanan terhadap emas terutama datang dari penguatan dolar AS serta tingginya imbal hasil Treasury AS.

Indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 0,3% menuju area 102,1, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 5,30%. Penguatan dolar dan kenaikan yield membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor.

Pasar Menanti Risalah FOMC

Perhatian pasar kini tertuju pada risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan September. Investor mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS berikutnya, terutama terkait kemungkinan perubahan suku bunga pada pertemuan Oktober dan Desember.

Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober telah menurun ke kisaran 19–22%. Namun, peluang kenaikan pada Desember masih menjadi perhatian utama pasar.

Jika risalah FOMC menunjukkan bahwa mayoritas pejabat The Fed masih mengkhawatirkan inflasi dan mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat, dolar AS dan yield Treasury berpotensi kembali menguat. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas dan XAU/USD.

Sebaliknya, apabila risalah menunjukkan semakin banyak pejabat The Fed yang mengkhawatirkan perlambatan pasar tenaga kerja, ekspektasi pelonggaran kebijakan dapat kembali meningkat. Skenario tersebut berpotensi memberikan ruang bagi emas untuk menguat.

Harga Minyak Jadi Sorotan

Pergerakan harga minyak juga menjadi faktor penting bagi prospek emas. Harga Brent kembali berada di atas US$100 per barel dan sempat mencapai sekitar US$101,5 per barel.

Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Jika inflasi kembali meningkat akibat biaya energi, The Fed dapat menjadi lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya.

Namun, membaiknya aliran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah mulai mengurangi kekhawatiran mengenai gangguan energi yang berkepanjangan. Perkembangan tersebut dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor emas dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.

Support dan Resistance Emas

Dari perspektif teknikal, area US$4.100–US$4.112 menjadi support penting bagi XAU/USD. Jika harga emas menembus area tersebut secara meyakinkan, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target berikutnya menuju level psikologis US$4.000.

Di sisi lain, pemulihan harga emas perlu melewati area US$4.150–US$4.170 untuk mengurangi tekanan bearish jangka pendek. Penguatan lebih lanjut di atas US$4.200 dapat membuka peluang pemulihan yang lebih kuat.

Secara keseluruhan, bias XAU/USD masih bearish dalam jangka pendek selama harga bertahan di bawah area US$4.150–US$4.200. Selanjutnya, risalah FOMC akan menjadi salah satu katalis utama yang berpotensi memicu volatilitas tinggi dan menentukan arah pergerakan emas berikutnya.

Share:

Emas Mulai Pulih

 

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan pemulihan dari level terendah dua bulan di sekitar US$4.100 per troy ons dan kembali menembus US$4.150 pada perdagangan Selasa di sesi Eropa. Penguatan ini terjadi setelah dolar AS (USD) mengambil jeda dari reli tajamnya dalam beberapa sesi terakhir.

Pelemahan sementara dolar AS memberikan dukungan bagi harga emas. Selain itu, berkurangnya spekulasi mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober turut membantu emas, yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski demikian, prospek fundamental masih menunjukkan risiko penurunan bagi emas. Karena itu, investor perlu berhati-hati sebelum mengantisipasi pemulihan yang lebih kuat.

Prospek Teknikal Harga Emas

Setelah mengalami penurunan dari level tertinggi bulanan Agustus, pergerakan emas yang cenderung bergerak dalam kisaran masih menunjukkan pola konsolidasi bearish.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) berada di bawah garis nol. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 38, yang mencerminkan momentum bearish masih cukup kuat meski belum menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem.

Harga emas perlu menembus secara meyakinkan level Fibonacci retracement 78,6% di US$4.098 untuk membuka peluang penurunan lebih lanjut. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi bergerak menuju area US$3.936, yang menjadi salah satu level dasar struktural dari siklus sebelumnya.

Di sisi atas, resistance awal berada pada Fibonacci retracement 61,8% di US$4.226. Resistance berikutnya berada di sekitar US$4.254, yang merupakan SMA 100 periode pada grafik 4 jam.

Jika emas mampu menembus area tersebut, perhatian berikutnya tertuju pada level US$4.316, kemudian US$4.406 dan US$4.517. Sementara itu, swing high yang lebih jauh berada di sekitar US$4.696.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi mulai melambat, sementara kondisi pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Di sisi lain, harga minyak mentah bertahan di dekat level terendah empat pekan.

Kuatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah serta keputusan negara-negara G7 untuk melepas cadangan minyak darurat membantu meredakan kekhawatiran terhadap pasokan. Kondisi tersebut mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang lebih dari 85% bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan biaya pinjaman sebelum akhir tahun.

Payrolls Lemah Belum Mengubah Ekspektasi Fed

Ekonom Deutsche Bank menilai data payrolls AS yang lebih lemah belum cukup untuk mengubah gambaran pasar tenaga kerja secara fundamental. Menurut mereka, kondisi pasar tenaga kerja secara keseluruhan masih relatif tangguh, terutama setelah mempertimbangkan data ADP dan klaim pengangguran terbaru.

Deutsche Bank masih memperkirakan dua kenaikan suku bunga The Fed masing-masing sebesar 25 basis poin dalam beberapa kuartal mendatang.

Dari sisi pasar, Deutsche Bank mencatat ekspektasi kenaikan suku bunga sekitar 86 basis poin dalam 12 bulan ke depan. Angka tersebut turun dari sekitar 100 basis poin pada awal pekan sebelumnya, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan sekitar 70 basis poin segera setelah data payrolls dirilis.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed memang telah berkurang, tetapi pasar masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan.

Risiko Geopolitik Jadi Perhatian

Ketidakpastian geopolitik dan tingginya imbal hasil obligasi AS juga berpotensi membatasi pelemahan dolar dari level tertinggi sejak April 2025 yang dicapai pada Senin.

Perkembangan terbaru di Timur Tengah turut menjadi perhatian pasar. Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengatakan telah melakukan tiga operasi militer menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone terhadap sejumlah target di Arab Saudi.

Di sisi lain, koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman mengatakan telah menghancurkan platform peluncuran rudal balistik di Sanaa serta fasilitas penyimpanan di wilayah Saada.

Risiko geopolitik semakin meningkat setelah laporan media menyebut Israel tengah mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran, baik dengan koordinasi AS maupun secara independen. Jika terjadi, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan memberikan dampak terhadap pasar energi serta aset safe haven.

Sementara itu, tekanan fiskal yang semakin dalam di Prancis memicu aksi jual di pasar obligasi. Kondisi tersebut membantu menjaga imbal hasil Treasury AS tetap tinggi dan memberikan dukungan bagi dolar AS.

Dengan kombinasi tersebut, tekanan terhadap harga emas masih berpotensi berlanjut. Namun, trader bearish kemungkinan akan menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai arah kebijakan The Fed sebelum membuka posisi baru.

Risalah FOMC Jadi Fokus

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada risalah rapat FOMC yang dijadwalkan terbit pada Rabu. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed serta perkembangan geopolitik juga berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan harga emas.

Jika tekanan terhadap emas berlanjut, penembusan di bawah US$4.098 dapat menjadi sinyal penting bagi kelanjutan tren bearish XAU/USD. Sebaliknya, kemampuan harga untuk kembali menembus US$4.226 dan US$4.254 dapat membuka ruang bagi pemulihan menuju level resistance berikutnya.

Untuk saat ini, prospek fundamental masih menunjukkan bahwa risiko penurunan emas lebih besar, meskipun aksi profit-taking pada dolar AS memberikan ruang bagi pemulihan harga dalam jangka pendek.

Share:

Promo XM September 2026: Cashback Trading hingga Tanpa Batas

Promo Global XM September 2026: Cashback Trading hingga Tanpa Batas


Promo Global XM September 2026 menjadi salah satu program menarik bagi trader yang ingin mendapatkan cashback berdasarkan volume trading. Program ini berlangsung mulai 22 September hingga 20 Oktober 2026 dan memberikan cashback secara bertingkat sesuai dengan volume trading yang memenuhi ketentuan promo.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai promo trading XM terbaru, penting untuk memahami periode promo, besaran cashback, jenis akun yang memenuhi syarat, serta ketentuan trading sebelum mengikuti program ini.



Promo Global XM September 2026 Itu Apa?

Promo Global XM September 2026 merupakan program cashback trading yang memberikan penghargaan berdasarkan volume trading yang berhasil dicapai peserta selama periode promo.

Peserta yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh cashback pertama setelah mencapai volume trading sebesar US$1.200.000. Setelah itu, cashback dapat bertambah berdasarkan volume trading berikutnya sesuai dengan tingkatan yang berlaku.

Dengan demikian, semakin besar volume trading yang memenuhi persyaratan promo, semakin besar pula cashback yang berpotensi diperoleh.

Periode Promo XM September 2026

Periode promo:
22 September 2026 – 20 Oktober 2026

Trading yang dilakukan selama periode tersebut dapat diperhitungkan dalam program apabila memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh XM.

Cara Mengikuti Promo Cashback XM

Secara umum, langkah untuk mengikuti promo ini adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki akun XM. Peserta perlu memiliki akun yang memenuhi persyaratan.
  2. Melakukan verifikasi akun. Pastikan akun sudah terverifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
  3. Mendaftar ke program promo. Peserta perlu melakukan pendaftaran promo sebelum mengikuti program.
  4. Melakukan trading selama periode promo. Trading dilakukan mulai 22 September sampai 20 Oktober 2026.
  5. Mencapai volume trading yang memenuhi syarat. Cashback dihitung berdasarkan volume trading sesuai ketentuan program.

Untuk melihat halaman promo dan melakukan pendaftaran, gunakan halaman resmi XM berikut: Daftar Promo Global XM September 2026 .

Tabel Cashback Promo XM 2026

Besaran cashback dalam promo ini meningkat mengikuti rentang volume trading. Berikut ringkasan berdasarkan informasi pada halaman promo:

Volume Trading Cashback Maksimum
US$1.200.000 US$3 satu kali US$3
US$1.200.001 – US$2.000.000 US$3 per US$400.000 volume US$6
US$2.000.001 – US$6.000.000 US$4 per US$400.000 volume US$40
US$6.000.001 – US$20.000.000 US$5 per US$400.000 volume US$175
US$20.000.001 – US$30.000.000 US$6 per US$400.000 volume US$150
US$30.000.001 – US$40.000.000 US$7 per US$400.000 volume US$175
Mulai US$40.000.001 US$8 per US$400.000 volume Tanpa batas

Seluruh nominal cashback dalam tabel di atas menggunakan mata uang dolar AS. Perhitungan aktual tetap mengikuti syarat dan ketentuan resmi promo.

Contoh Perhitungan Cashback XM

Sebagai contoh, apabila volume trading yang memenuhi syarat mencapai US$2.500.000, cashback yang diperoleh berdasarkan contoh pada halaman promo adalah US$13.

  • US$1.200.000 pertama: US$3
  • Rentang US$1,2 juta sampai US$2 juta: US$3 × 2 = US$6
  • Rentang US$2 juta sampai US$2,5 juta: US$4 × 1 = US$4

Total cashback: US$3 + US$6 + US$4 = US$13.

Contoh tersebut hanya ilustrasi berdasarkan mekanisme promo. Hasil aktual dapat berbeda tergantung volume trading yang memenuhi persyaratan.

Syarat Trading yang Memenuhi Kriteria Promo

Tidak semua aktivitas trading otomatis dihitung dalam program cashback. Berdasarkan informasi promo, program ini berlaku untuk trading pada akun Standard dan Micro.

Trading yang memenuhi syarat harus memiliki selisih antara harga pembukaan dan harga penutupan minimal 0,05%.

Volume trading juga dihitung berdasarkan mekanisme yang ditentukan dalam ketentuan promo, termasuk rasio ekuitas setelah dikurangi dana bonus terhadap ekuitas pada saat posisi dibuka.

Posisi hedge tertentu juga tidak memenuhi syarat apabila dilakukan pada akun yang sama atau akun lain dalam profil trading yang sama.

Kapan Cashback XM Dibayarkan?

Cashback yang diperoleh selama periode promo akan masuk ke MyWallet paling lambat 27 Oktober 2026, sesuai informasi pada halaman promo.

Setelah cashback tersedia, peserta dapat menggunakannya untuk trading atau mencairkannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah Cashback XM Bisa Dicairkan?

Ya. Berdasarkan informasi resmi promo, cashback dapat digunakan untuk trading maupun dicairkan melalui MyWallet.

Namun, sebelum melakukan pencairan, peserta sebaiknya memastikan kembali persyaratan dan ketentuan terbaru yang berlaku pada akun masing-masing.

Keuntungan Mengikuti Promo Cashback XM

1. Cashback Berdasarkan Volume Trading

Program memberikan cashback berdasarkan volume trading yang memenuhi kriteria. Struktur bertingkat memungkinkan nilai cashback berubah ketika volume trading masuk ke rentang berikutnya.

2. Tidak Ada Batas Cashback Secara Keseluruhan

Pada tingkat volume mulai US$40.000.001, cashback tercantum sebesar US$8 untuk setiap US$400.000 volume dengan maksimum cashback keseluruhan yang dinyatakan tanpa batas.

3. Bisa Digunakan untuk Trading atau Dicairkan

Cashback yang tersedia di MyWallet dapat digunakan sesuai ketentuan program, termasuk untuk trading atau pencairan.

Apakah Promo XM Ini Cocok untuk Semua Trader?

Promo cashback tidak berarti trading menjadi bebas risiko. Besarnya volume trading yang dibutuhkan untuk memperoleh cashback relatif tinggi sehingga trader sebaiknya tidak meningkatkan aktivitas trading hanya demi mengejar hadiah.

Pertimbangkan strategi, manajemen risiko, biaya transaksi, kondisi pasar, dan kemampuan modal sebelum melakukan trading. Cashback sebaiknya dipandang sebagai manfaat tambahan, bukan sebagai alasan utama untuk mengambil posisi trading.

Cara Cek Informasi Promo XM Terbaru

Karena periode dan ketentuan promosi dapat berubah, selalu periksa halaman resmi promo sebelum melakukan pendaftaran atau trading.

LIHAT PROMO XM SEPTEMBER 2026

FAQ Promo Global XM September 2026

1. Kapan Promo Global XM September 2026 berlangsung?

Promo berlangsung dari 22 September hingga 20 Oktober 2026.

2. Berapa volume trading untuk mendapatkan cashback pertama?

Cashback pertama sebesar US$3 dapat diperoleh setelah mencapai volume trading US$1.200.000 yang memenuhi ketentuan promo.

3. Berapa cashback maksimal yang bisa didapat?

Cashback memiliki batas maksimum pada beberapa rentang volume. Mulai volume trading US$40.000.001, cashback tercantum sebesar US$8 per US$400.000 dengan maksimum keseluruhan tanpa batas.

4. Apakah akun Standard dan Micro bisa mengikuti promo?

Ya, informasi resmi promo menyebutkan bahwa program berlaku untuk akun Standard dan Micro, dengan tetap mengikuti seluruh persyaratan yang berlaku.

5. Kapan cashback masuk ke MyWallet?

Cashback yang diperoleh selama periode promo akan masuk ke MyWallet paling lambat 27 Oktober 2026.

6. Apakah cashback dapat dicairkan?

Ya, cashback dapat digunakan untuk trading atau dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Promo Global XM September 2026 menawarkan cashback berdasarkan volume trading selama periode 22 September sampai 20 Oktober 2026. Cashback dimulai dari US$3 setelah mencapai volume trading US$1,2 juta dan meningkat sesuai tingkatan volume berikutnya.

Sebelum mengikuti program, pastikan akun telah memenuhi persyaratan, pahami mekanisme perhitungan volume trading, dan baca seluruh syarat serta ketentuan resmi. Trading memiliki risiko tinggi dan dapat menyebabkan kehilangan modal.

Untuk informasi paling akurat mengenai pendaftaran, persyaratan, dan ketentuan yang berlaku, kunjungi halaman promo resmi XM.

Kunjungi Halaman Promo XM

Share:

Emas Dunia Stabil

 

Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (2/10) setelah imbal hasil obligasi AS menurun. Pasar juga mulai mengurangi spekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Oktober, meski risiko eskalasi konflik di Timur Tengah masih menjaga harga energi tetap tinggi.

Mengutip Bloomberg, harga emas spot naik tipis menjadi US$4.181,40 per troy ounce pada pukul 14.47 WIB. Kendati stabil dalam perdagangan hari ini, harga emas masih berada di jalur penurunan mingguan sekitar 2,4%.

Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Imbal hasil US Treasury bergerak lebih rendah, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Prancis juga melandai di seluruh kurva pada Kamis. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun Prancis turun dari level tertinggi dalam 24 tahun, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek fiskal negara tersebut yang turut mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

Kenaikan imbal hasil obligasi menjadi salah satu tekanan utama bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan harga emas sekitar 6% pada September.

Spekulasi Kenaikan Fed Mereda

Dari Amerika Serikat, Wakil Ketua Fed Philip Jefferson mengatakan bank sentral mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai apakah kenaikan suku bunga tambahan diperlukan.

Pernyataan tersebut membantu meredakan spekulasi pasar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Berdasarkan ekspektasi pasar yang dikutip Bloomberg, peluang kenaikan suku bunga acuan pada Oktober kini sekitar 26%, turun tajam dari sekitar 70% pada awal pekan.

Perubahan ekspektasi tersebut memberikan sedikit ruang bagi emas untuk mempertahankan posisinya setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Konflik Timur Tengah Jadi Risiko

Di sisi lain, harga minyak kembali meningkat seiring munculnya tanda-tanda bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi memburuk. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pemulihan aliran energi dari kawasan tersebut.

Bloomberg melaporkan bahwa seorang pejabat AS mengatakan Washington akan mengirimkan tambahan satu kapal induk serta 10.000 pelaut dan marinir ke Teluk Persia. Penambahan tersebut membuat jumlah kelompok tempur kapal induk AS kembali ke tingkat yang sama seperti pada awal perang melawan Iran pada akhir Februari.

Jika ketegangan geopolitik terus meningkat, potensi gangguan pasokan energi dapat menjadi faktor yang kembali memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter global.

Emas Masih di Sekitar US$4.100

Hebe Chen, Analis Pasar Senior di Vantage Global Markets Pty Ltd., menilai pergerakan emas yang tenang saat ini menyembunyikan dinamika pasar yang cukup kuat.

Menurutnya, inflasi AS yang lebih rendah, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober, serta penurunan harga minyak sebelumnya memberikan ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.

Namun, imbal hasil US Treasury yang masih tinggi dan dolar AS yang menguat tetap menjadi hambatan bagi logam mulia. Kondisi tersebut membuat harga emas masih bergerak di sekitar level US$4.100 per troy ounce.

Dengan demikian, pelaku pasar masih mencermati arah imbal hasil obligasi AS, pergerakan dolar, ekspektasi kebijakan Fed, serta perkembangan konflik Timur Tengah sebagai katalis utama harga emas dalam jangka pendek.

Share:

Mayfair Gold Dapat Pembiayaan


Mayfair Gold Amankan Pembiayaan C$310 Juta

Mayfair Gold Corp. (TSXV:MFG) (NYSE American:MINE) mengumumkan telah menandatangani perjanjian berlangganan untuk investasi ekuitas senilai C$10 juta serta surat keterlibatan dengan Macquarie Bank Limited untuk fasilitas pembiayaan proyek yang diusulkan senilai C$300 juta.

Total paket pembiayaan mencapai C$310 juta dan akan digunakan untuk mendukung pengembangan Proyek Emas Fenn-Gib di Ontario Utara.

Berdasarkan siaran pers perusahaan, Macquarie akan membeli saham biasa Mayfair Gold senilai C$10 juta dengan harga C$4,26 per saham. Harga tersebut mencerminkan premi sekitar 10% dibandingkan harga rata-rata tertimbang volume selama lima hari di TSX Venture Exchange hingga 30 September 2026.

Fasilitas Pembiayaan Proyek C$300 Juta

Fasilitas pembiayaan proyek yang diusulkan senilai C$300 juta, termasuk hingga C$20 juta dalam bentuk bunga yang dikapitalisasi, akan membantu membiayai sebagian dari kebutuhan modal pengembangan awal sebesar C$450 juta berdasarkan Studi Pra-Kelayakan 2026 Mayfair Gold.

Fasilitas tersebut juga mencakup tranche penarikan awal sebesar C$25 juta yang diharapkan tersedia pada saat penutupan. Dana awal ini akan digunakan untuk mendukung pekerjaan persiapan proyek dan pembelian peralatan.

Suku bunga yang diusulkan ditetapkan pada Adjusted Term CORRA +4,75% per tahun dan akan turun menjadi CORRA +4,25% setelah proyek selesai.

Pembayaran kembali secara triwulanan dijadwalkan dimulai enam bulan setelah produksi komersial dimulai. Seluruh fasilitas harus dilunasi dalam waktu 72 bulan setelah penarikan awal mengikuti tranche pertama.

Macquarie Mendapatkan Hak Offtake Emas

Sebagai bagian dari paket pembiayaan tersebut, Mayfair Gold dan Macquarie juga mengusulkan perjanjian offtake.

Perjanjian tersebut memberikan Macquarie hak atas 50.000 ons emas pertama yang diproduksi setiap tahun, hingga batas maksimum 300.000 ons. Harga pembelian akan menggunakan harga referensi yang dipublikasikan dengan diskon sebesar US$50 per ons.

Namun, term sheet tersebut masih bersifat tidak mengikat. Penyelesaian transaksi tetap bergantung pada proses uji tuntas, tinjauan rekayasa independen, dokumentasi definitif, serta pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan yang lazim dalam transaksi pembiayaan proyek.

Proyek Fenn-Gib Targetkan Produksi 2030

Proyek Fenn-Gib milik Mayfair Gold memiliki sumber daya mineral terindikasi sebesar 4,3 juta ons emas dan cadangan mineral probable sebesar 1 juta ons.

Perusahaan menargetkan dimulainya konstruksi pada 2028, sementara produksi awal diharapkan dapat dimulai pada 2030.

Dengan paket pembiayaan yang diusulkan tersebut, Mayfair Gold berupaya mendukung kebutuhan pendanaan untuk tahap awal pengembangan Proyek Emas Fenn-Gib hingga memasuki fase konstruksi dan produksi.

Share:

Futures Emas Tertekan di Perdagangan Asia


Harga futures emas bergerak melemah pada perdagangan Asia, Rabu, seiring penguatan tipis dolar AS yang memberikan tekanan terhadap logam mulia.

Di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan di level USD4.202,75 per troy ons, turun 0,55% pada saat penulisan.

Emas sebelumnya mencatat level terendah sesi di sekitar level tersebut. Secara teknikal, harga emas diperkirakan memiliki support di USD4.143,10, sementara resistance berada di USD4.351,60.

Sementara itu, Indeks Dolar AS Berjangka, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,04% ke level USD101,16. Penguatan dolar AS cenderung memberikan tekanan terhadap harga emas karena membuat logam mulia tersebut menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Di pasar Comex, harga futures perak untuk penyerahan Desember juga melemah 0,31% ke USD61,35 per troy ons. Sementara itu, futures tembaga untuk penyerahan Desember turun 0,51% menjadi USD6,62 per pon.

Share: