Kumpulan Broker Internasional, Broker dengan Cashback Rebate 90% dari komisi kami sebagai IB, 90% Rebate terbesar di Indonesia


    REBATE BROKER INDONESIA

Master IB Broker pemberi cashback rebate Terbesar di Indonesia

www.rebatebrokerindonesia.com adalah Master IB Brokers di banyak Brokers seperti :
XM, Exness, Justmarkets, Tickmill dan HFM
Setelah mendaftar di IB kami wajib mengisi form verifikasi Rebate agar kami bisa melakukan pengecekan akun anda : Verifikasi Rebate Brokers
==========================================================

Legality Auto Rebate International


MASTER IB Brokers
  • Apa itu Auto Rebate Brokers?

    Auto Rebate Brokers adalah Rebate/cashback dari pengembalian spread yang otomatis ditransfer oleh pihak Broker ke Akun Trading / Dompet / Wallet anda dengan syarat anda harus mendaftar dengan Link atau kode IB partners kami, agar kami bisa mensetting 90% Rebate ke Anda

    Apakah Kondisi Perdagangan tetap sama?

    Kami menjamin bahwa semua komisi, spread, dan ketentuan perdagangan tetap sama.

    Apakah gratis untuk mengikuti program cashback / rebate?

    Ya, program ini gratis hanya dengan bergabung melalui IB kami. Lebih lanjut, kami akan membayar Anda dengan mengembalikan komisi kami 90% ke anda untuk setiap transaksi trading Anda.

    Bagaimana saya akan menerima Rebate saya?

    Rebate otomatis ditransfer ke akun trading (Exness, HFM, Justmarkets, Tickmill) atau Dompet/wallet ( XM). Setelah itu, Anda dapat menarik uang rebate dengan semua metode yang disediakan oleh Broker pilihan anda.

    saya sudah memiliki akun, apakah saya bisa pindah IB untuk mendapatkan rebate?

    Tentu saja bisa, panduannya bisa anda klik link dibawah

    - Pindah IB XM Click Here

    - Pindah IB Exness Click Here

    - Pindah IB Justmarkets Click Here

    - Pindah IB HFM Click Here

    - Pindah IB Tickmill Click Here

UBS Pilih Saham Emas

 

UBS mengidentifikasi sejumlah saham perusahaan tambang emas unggulan di tengah volatilitas pasar dan meningkatnya tekanan biaya yang diperkirakan berlanjut hingga 2027. Meski harga emas masih berada pada level tinggi, kenaikan biaya energi dan operasional berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan tambang dalam beberapa kuartal mendatang.

Harga emas sempat mencetak rekor sekitar US$5.400 per ons pada Januari 2026, sebelum terkoreksi ke kisaran US$4.000 per ons pada Juli. Harga kemudian pulih ke sekitar US$4.700 per ons pada Agustus, tetapi kembali melemah dan menutup September di kisaran US$4.170 per ons.

Volatilitas tersebut juga tercermin pada kinerja dana GDX, yang mencatat fluktuasi dari puncak ke lembah sekitar minus 40% hingga plus 50% sepanjang tahun berjalan. Pergerakan ini menunjukkan tingginya sensitivitas saham perusahaan tambang emas terhadap perubahan harga logam mulia.

UBS menilai valuasi saham sektor emas secara umum masih berada pada tingkat yang wajar. Margin keuntungan perusahaan tambang juga dinilai tetap menarik selama harga emas bertahan di atas US$4.000 per ons. Namun, tekanan harga energi dan kenaikan biaya operasional lainnya diperkirakan mendorong peningkatan biaya produksi per unit pada 2027.

Karena itu, UBS menyarankan investor untuk menerapkan strategi investasi selektif pada saham pertambangan emas, terutama menjelang publikasi laporan keuangan kuartal III dan penyampaian proyeksi bisnis untuk 2027.

Investor dapat mempertimbangkan perusahaan dengan kinerja operasional yang membaik, arus kas yang kuat, valuasi menarik, serta proyek pengembangan yang berpotensi mendukung pertumbuhan jangka panjang.

6 Saham Tambang Emas Pilihan UBS

1. Newmont (NEM)

Newmont menjadi pilihan utama UBS di antara produsen emas berskala besar. Rekomendasi ini didukung oleh prospek pengembalian kas yang lebih jelas, rendahnya kemungkinan terjadinya merger dan akuisisi besar, serta perbaikan moderat dalam prospek operasional perusahaan.

Kinerja operasional Newmont juga menunjukkan peningkatan setelah sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan bisnis.

Selain itu, perselisihan terkait Nevada Gold Mines dengan Barrick telah diselesaikan. Newmont membayar US$1,95 miliar untuk memasukkan aset Fourmile, Fiberline, dan Mike ke dalam usaha patungan berdasarkan perjanjian yang diperbarui.

Penyelesaian tersebut menghilangkan salah satu hambatan penting bagi perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan aset untuk jangka panjang.

2. Barrick

Meskipun UBS menilai Newmont sebagai pihak yang paling diuntungkan dari kesepakatan Nevada Gold Mines, bank investasi tersebut memperkirakan bahwa dampak positif kesepakatan itu sudah tercermin dalam kinerja relatif dan valuasi saham Barrick.

Di sisi lain, prospek Barrick tetap didukung oleh perbaikan kinerja operasional dan potensi pengembalian kas dalam jangka pendek.

UBS juga menilai valuasi saham Barrick masih menarik, sementara kemungkinan perusahaan melakukan merger dan akuisisi berskala besar dalam waktu dekat relatif rendah.

Kombinasi tersebut menjadikan Barrick salah satu saham pertambangan emas yang layak diperhatikan investor di tengah volatilitas sektor.

3. Endeavour Mining

Endeavour Mining menawarkan potensi imbal hasil arus kas bebas yang menarik. Meskipun perusahaan menghadapi risiko negara yang relatif lebih tinggi, UBS menilai risiko tersebut telah tercermin dalam valuasi sahamnya.

Imbal hasil arus kas bebas berdasarkan harga emas saat ini diperkirakan melampaui 10%. UBS juga memperkirakan pengembalian kas kepada pemegang saham dapat meningkat pada 2026.

Dalam jangka menengah, perusahaan dinilai memiliki kemampuan mempertahankan distribusi kas yang sehat meskipun belanja modal meningkat.

Salah satu pendorong pertumbuhan utama adalah pengembangan proyek Assafou di Pantai Gading. Investasi tersebut diperkirakan mendukung pertumbuhan produksi sekitar 40% selama periode 2025–2029, meskipun peningkatan belanja modal tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

4. SSR Mining

SSR Mining kini memasuki tahap penting setelah menyelesaikan divestasi asetnya di Turki. Fokus investasi terhadap perusahaan beralih pada kemampuan menjalankan strategi operasional, memperpanjang umur tambang, serta mengalokasikan kas secara efektif.

UBS memperkirakan portofolio SSR Mining mampu mempertahankan produksi setara emas sedikit di bawah 500.000 ons per tahun.

Dengan kas lebih dari US$2 miliar, keputusan perusahaan dalam mengelola likuiditas dan menentukan prioritas investasi akan menjadi faktor penting dalam menilai prospek sahamnya ke depan.

5. Skeena Resources

Skeena Resources menjadi salah satu perusahaan yang menarik perhatian UBS berkat perkembangan proyek Eskay Creek.

Perusahaan tersebut telah memperoleh izin-izin utama untuk proyek Eskay Creek pada Februari 2026, sementara pembangunan dilaporkan tetap berjalan sesuai jadwal.

Katalis berikutnya mencakup pembaruan parameter utama proyek serta perkembangan konstruksi menuju target pengoperasian awal atau commissioning.

Kemajuan pembangunan dan kemampuan perusahaan memenuhi target proyek akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan Skeena Resources.

6. Franco-Nevada

Franco-Nevada melengkapi daftar saham pilihan UBS, terutama karena potensi pembukaan kembali operasi Cobre Panama yang dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.

Berdasarkan penilaian UBS, Franco-Nevada diperdagangkan pada sekitar 15 kali rasio nilai perusahaan terhadap EBITDA berdasarkan estimasi harga spot untuk 2028. Angka tersebut berada di bawah rata-rata lima tahun perusahaan sebesar 21,5 kali.

Perbedaan valuasi tersebut membuka peluang bagi investor apabila prospek operasional dan kontribusi aset perusahaan membaik. Namun, realisasi potensi tersebut tetap bergantung pada perkembangan proyek dan kondisi bisnis ke depan.

Prospek Saham Tambang Emas pada 2027

Pilihan saham UBS menunjukkan bahwa peluang investasi di sektor pertambangan emas tidak hanya bergantung pada kenaikan harga emas, tetapi juga pada kemampuan perusahaan mengendalikan biaya produksi, menjaga arus kas, dan menjalankan proyek secara efisien.

Newmont dan Barrick menonjol melalui skala bisnis serta prospek operasional, sedangkan Endeavour Mining menawarkan potensi imbal hasil arus kas. SSR Mining memiliki fokus pada optimalisasi kas dan umur tambang, Skeena Resources mengandalkan perkembangan proyek Eskay Creek, sementara Franco-Nevada menawarkan potensi dari valuasi dan perkembangan Cobre Panama.

Meski demikian, kenaikan biaya energi dan operasional pada 2027 tetap menjadi risiko utama bagi sektor ini. Investor perlu mempertimbangkan valuasi, kondisi keuangan, risiko negara, serta kemajuan proyek sebelum mengambil keputusan investasi.

Kesimpulannya, UBS melihat peluang pada saham-saham pertambangan emas yang memiliki fundamental kuat dan katalis pertumbuhan yang jelas. Di tengah volatilitas harga emas, pendekatan selektif dapat membantu investor membedakan perusahaan yang mampu mempertahankan profitabilitas dari perusahaan yang lebih rentan terhadap tekanan biaya.

Share:

Emas Uji Resistance

 

Market Insight XAU/USD 8 Oktober 2026 menunjukkan bahwa harga emas masih berada dalam tekanan bearish setelah sebelumnya mencetak Break of Structure (BOS) ke arah bawah. Setelah merosot hingga level 4,066, XAU/USD kini memasuki fase koreksi atau retracement menuju area resistance penting 4,138–4,150.

Pergerakan di zona tersebut menjadi perhatian utama trader karena struktur bearish jangka pendek masih terjaga. Respons harga terhadap area resistance akan menjadi penentu apakah emas kembali melanjutkan tren penurunan atau justru memperpanjang fase pemulihan.

BOS Bearish Kembali Terbentuk

Pergerakan harga emas terbaru menunjukkan bahwa skenario bearish sebelumnya telah terealisasi dengan terbentuknya BOS baru ke arah bearish. Kondisi ini mengindikasikan bahwa seller kembali memegang kendali terhadap struktur harga jangka pendek.

Break of Structure atau BOS terjadi ketika harga menembus titik swing penting sebelumnya. Dalam analisis teknikal, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi bahwa tren yang sedang berlangsung berpotensi berlanjut.

Setelah membentuk struktur bearish tersebut, harga XAU/USD sempat turun tajam hingga menyentuh level 4,066 sebelum kemudian mengalami rebound dan memasuki fase koreksi.

Area Retracement 4,138–4,150

Saat ini, harga emas telah bergerak menuju area retracement Fibonacci 61,8%, dengan zona pengujian utama berada di sekitar 4,138–4,150.

Selama struktur bearish belum mengalami perubahan signifikan, area tersebut menjadi resistance penting untuk mengamati potensi bearish continuation. Trader sebaiknya tidak terburu-buru membuka posisi sell hanya karena harga telah memasuki zona retracement.

Sebaliknya, respons harga di area 4,138–4,150 perlu diperhatikan untuk mencari indikasi rejection yang dapat memperkuat peluang penurunan berikutnya.

Tunggu Konfirmasi M15 dan M5

Untuk strategi day trading, konfirmasi pada timeframe yang lebih rendah dapat membantu meningkatkan kualitas entry. Ketika XAU/USD menguji area 4,138–4,150, trader dapat memantau pergerakan pada timeframe M15 atau M5.

Jika harga gagal menembus resistance dan membentuk pola rejection yang menunjukkan kembali masuknya tekanan jual, peluang untuk melanjutkan posisi bearish menjadi lebih terbuka.

Pendekatan ini juga membantu trader menghindari entry yang terlalu dini ketika harga masih berada dalam fase volatilitas atau koreksi.

Target Penurunan XAU/USD

Apabila area resistance 4,138–4,150 berhasil dipertahankan oleh seller, harga emas berpotensi kembali bergerak turun secara bertahap. Beberapa level yang menjadi perhatian antara lain:

  • Target pertama: 4,111–4,105, sebagai area support sekaligus pengujian low sebelumnya.

  • Target kedua: 4,088, yang menjadi support berikutnya dan dapat menjadi indikator kekuatan tekanan jual.

  • Target ketiga: 4,066, yaitu low terbaru yang berpotensi kembali diuji apabila tekanan bearish berlanjut.

Namun, trader tetap perlu memperhatikan risiko perubahan struktur apabila harga berhasil menembus resistance utama.

Skenario Jika Harga Tembus 4,150

Level 4,150 menjadi batas penting dalam skenario bearish saat ini. Jika XAU/USD berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan bearish perlu dievaluasi kembali.

Dalam skenario tersebut, fase retracement berpotensi meluas menuju area 4,180–4,185. Karena itu, konfirmasi pergerakan harga di sekitar 4,150 menjadi penting sebelum menentukan arah transaksi berikutnya.


Share:

Emas Tertekan FOMC

 


Harga emas kembali melemah pada perdagangan Rabu, dengan XAU/USD bergerak di kisaran US$4.130–US$4.140 per troy ounce. Penurunan tersebut membuat harga emas kembali mendekati level terendah dalam dua bulan terakhir.

XAU/USD sempat berada di sekitar US$4.135, dengan rentang perdagangan harian antara US$4.127 hingga US$4.170. Tekanan terhadap emas terutama datang dari penguatan dolar AS serta tingginya imbal hasil Treasury AS.

Indeks Dolar AS (DXY) menguat sekitar 0,3% menuju area 102,1, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 5,30%. Penguatan dolar dan kenaikan yield membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik bagi investor.

Pasar Menanti Risalah FOMC

Perhatian pasar kini tertuju pada risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan September. Investor mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS berikutnya, terutama terkait kemungkinan perubahan suku bunga pada pertemuan Oktober dan Desember.

Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober telah menurun ke kisaran 19–22%. Namun, peluang kenaikan pada Desember masih menjadi perhatian utama pasar.

Jika risalah FOMC menunjukkan bahwa mayoritas pejabat The Fed masih mengkhawatirkan inflasi dan mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat, dolar AS dan yield Treasury berpotensi kembali menguat. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas dan XAU/USD.

Sebaliknya, apabila risalah menunjukkan semakin banyak pejabat The Fed yang mengkhawatirkan perlambatan pasar tenaga kerja, ekspektasi pelonggaran kebijakan dapat kembali meningkat. Skenario tersebut berpotensi memberikan ruang bagi emas untuk menguat.

Harga Minyak Jadi Sorotan

Pergerakan harga minyak juga menjadi faktor penting bagi prospek emas. Harga Brent kembali berada di atas US$100 per barel dan sempat mencapai sekitar US$101,5 per barel.

Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Jika inflasi kembali meningkat akibat biaya energi, The Fed dapat menjadi lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya.

Namun, membaiknya aliran pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah mulai mengurangi kekhawatiran mengenai gangguan energi yang berkepanjangan. Perkembangan tersebut dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor emas dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.

Support dan Resistance Emas

Dari perspektif teknikal, area US$4.100–US$4.112 menjadi support penting bagi XAU/USD. Jika harga emas menembus area tersebut secara meyakinkan, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target berikutnya menuju level psikologis US$4.000.

Di sisi lain, pemulihan harga emas perlu melewati area US$4.150–US$4.170 untuk mengurangi tekanan bearish jangka pendek. Penguatan lebih lanjut di atas US$4.200 dapat membuka peluang pemulihan yang lebih kuat.

Secara keseluruhan, bias XAU/USD masih bearish dalam jangka pendek selama harga bertahan di bawah area US$4.150–US$4.200. Selanjutnya, risalah FOMC akan menjadi salah satu katalis utama yang berpotensi memicu volatilitas tinggi dan menentukan arah pergerakan emas berikutnya.

Share:

Emas Mulai Pulih

 

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan pemulihan dari level terendah dua bulan di sekitar US$4.100 per troy ons dan kembali menembus US$4.150 pada perdagangan Selasa di sesi Eropa. Penguatan ini terjadi setelah dolar AS (USD) mengambil jeda dari reli tajamnya dalam beberapa sesi terakhir.

Pelemahan sementara dolar AS memberikan dukungan bagi harga emas. Selain itu, berkurangnya spekulasi mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober turut membantu emas, yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski demikian, prospek fundamental masih menunjukkan risiko penurunan bagi emas. Karena itu, investor perlu berhati-hati sebelum mengantisipasi pemulihan yang lebih kuat.

Prospek Teknikal Harga Emas

Setelah mengalami penurunan dari level tertinggi bulanan Agustus, pergerakan emas yang cenderung bergerak dalam kisaran masih menunjukkan pola konsolidasi bearish.

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) berada di bawah garis nol. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 38, yang mencerminkan momentum bearish masih cukup kuat meski belum menunjukkan kondisi oversold yang ekstrem.

Harga emas perlu menembus secara meyakinkan level Fibonacci retracement 78,6% di US$4.098 untuk membuka peluang penurunan lebih lanjut. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi bergerak menuju area US$3.936, yang menjadi salah satu level dasar struktural dari siklus sebelumnya.

Di sisi atas, resistance awal berada pada Fibonacci retracement 61,8% di US$4.226. Resistance berikutnya berada di sekitar US$4.254, yang merupakan SMA 100 periode pada grafik 4 jam.

Jika emas mampu menembus area tersebut, perhatian berikutnya tertuju pada level US$4.316, kemudian US$4.406 dan US$4.517. Sementara itu, swing high yang lebih jauh berada di sekitar US$4.696.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed

Data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan inflasi mulai melambat, sementara kondisi pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda pendinginan. Di sisi lain, harga minyak mentah bertahan di dekat level terendah empat pekan.

Kuatnya ekspor minyak mentah dari Timur Tengah serta keputusan negara-negara G7 untuk melepas cadangan minyak darurat membantu meredakan kekhawatiran terhadap pasokan. Kondisi tersebut mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang lebih dari 85% bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan biaya pinjaman sebelum akhir tahun.

Payrolls Lemah Belum Mengubah Ekspektasi Fed

Ekonom Deutsche Bank menilai data payrolls AS yang lebih lemah belum cukup untuk mengubah gambaran pasar tenaga kerja secara fundamental. Menurut mereka, kondisi pasar tenaga kerja secara keseluruhan masih relatif tangguh, terutama setelah mempertimbangkan data ADP dan klaim pengangguran terbaru.

Deutsche Bank masih memperkirakan dua kenaikan suku bunga The Fed masing-masing sebesar 25 basis poin dalam beberapa kuartal mendatang.

Dari sisi pasar, Deutsche Bank mencatat ekspektasi kenaikan suku bunga sekitar 86 basis poin dalam 12 bulan ke depan. Angka tersebut turun dari sekitar 100 basis poin pada awal pekan sebelumnya, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan sekitar 70 basis poin segera setelah data payrolls dirilis.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed memang telah berkurang, tetapi pasar masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan.

Risiko Geopolitik Jadi Perhatian

Ketidakpastian geopolitik dan tingginya imbal hasil obligasi AS juga berpotensi membatasi pelemahan dolar dari level tertinggi sejak April 2025 yang dicapai pada Senin.

Perkembangan terbaru di Timur Tengah turut menjadi perhatian pasar. Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengatakan telah melakukan tiga operasi militer menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone terhadap sejumlah target di Arab Saudi.

Di sisi lain, koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman mengatakan telah menghancurkan platform peluncuran rudal balistik di Sanaa serta fasilitas penyimpanan di wilayah Saada.

Risiko geopolitik semakin meningkat setelah laporan media menyebut Israel tengah mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Iran, baik dengan koordinasi AS maupun secara independen. Jika terjadi, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dan memberikan dampak terhadap pasar energi serta aset safe haven.

Sementara itu, tekanan fiskal yang semakin dalam di Prancis memicu aksi jual di pasar obligasi. Kondisi tersebut membantu menjaga imbal hasil Treasury AS tetap tinggi dan memberikan dukungan bagi dolar AS.

Dengan kombinasi tersebut, tekanan terhadap harga emas masih berpotensi berlanjut. Namun, trader bearish kemungkinan akan menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai arah kebijakan The Fed sebelum membuka posisi baru.

Risalah FOMC Jadi Fokus

Perhatian pasar selanjutnya akan tertuju pada risalah rapat FOMC yang dijadwalkan terbit pada Rabu. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed serta perkembangan geopolitik juga berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan harga emas.

Jika tekanan terhadap emas berlanjut, penembusan di bawah US$4.098 dapat menjadi sinyal penting bagi kelanjutan tren bearish XAU/USD. Sebaliknya, kemampuan harga untuk kembali menembus US$4.226 dan US$4.254 dapat membuka ruang bagi pemulihan menuju level resistance berikutnya.

Untuk saat ini, prospek fundamental masih menunjukkan bahwa risiko penurunan emas lebih besar, meskipun aksi profit-taking pada dolar AS memberikan ruang bagi pemulihan harga dalam jangka pendek.

Share:

Promo XM September 2026: Cashback Trading hingga Tanpa Batas

Promo Global XM September 2026: Cashback Trading hingga Tanpa Batas


Promo Global XM September 2026 menjadi salah satu program menarik bagi trader yang ingin mendapatkan cashback berdasarkan volume trading. Program ini berlangsung mulai 22 September hingga 20 Oktober 2026 dan memberikan cashback secara bertingkat sesuai dengan volume trading yang memenuhi ketentuan promo.

Bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai promo trading XM terbaru, penting untuk memahami periode promo, besaran cashback, jenis akun yang memenuhi syarat, serta ketentuan trading sebelum mengikuti program ini.



Promo Global XM September 2026 Itu Apa?

Promo Global XM September 2026 merupakan program cashback trading yang memberikan penghargaan berdasarkan volume trading yang berhasil dicapai peserta selama periode promo.

Peserta yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh cashback pertama setelah mencapai volume trading sebesar US$1.200.000. Setelah itu, cashback dapat bertambah berdasarkan volume trading berikutnya sesuai dengan tingkatan yang berlaku.

Dengan demikian, semakin besar volume trading yang memenuhi persyaratan promo, semakin besar pula cashback yang berpotensi diperoleh.

Periode Promo XM September 2026

Periode promo:
22 September 2026 – 20 Oktober 2026

Trading yang dilakukan selama periode tersebut dapat diperhitungkan dalam program apabila memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan oleh XM.

Cara Mengikuti Promo Cashback XM

Secara umum, langkah untuk mengikuti promo ini adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki akun XM. Peserta perlu memiliki akun yang memenuhi persyaratan.
  2. Melakukan verifikasi akun. Pastikan akun sudah terverifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
  3. Mendaftar ke program promo. Peserta perlu melakukan pendaftaran promo sebelum mengikuti program.
  4. Melakukan trading selama periode promo. Trading dilakukan mulai 22 September sampai 20 Oktober 2026.
  5. Mencapai volume trading yang memenuhi syarat. Cashback dihitung berdasarkan volume trading sesuai ketentuan program.

Untuk melihat halaman promo dan melakukan pendaftaran, gunakan halaman resmi XM berikut: Daftar Promo Global XM September 2026 .

Tabel Cashback Promo XM 2026

Besaran cashback dalam promo ini meningkat mengikuti rentang volume trading. Berikut ringkasan berdasarkan informasi pada halaman promo:

Volume Trading Cashback Maksimum
US$1.200.000 US$3 satu kali US$3
US$1.200.001 – US$2.000.000 US$3 per US$400.000 volume US$6
US$2.000.001 – US$6.000.000 US$4 per US$400.000 volume US$40
US$6.000.001 – US$20.000.000 US$5 per US$400.000 volume US$175
US$20.000.001 – US$30.000.000 US$6 per US$400.000 volume US$150
US$30.000.001 – US$40.000.000 US$7 per US$400.000 volume US$175
Mulai US$40.000.001 US$8 per US$400.000 volume Tanpa batas

Seluruh nominal cashback dalam tabel di atas menggunakan mata uang dolar AS. Perhitungan aktual tetap mengikuti syarat dan ketentuan resmi promo.

Contoh Perhitungan Cashback XM

Sebagai contoh, apabila volume trading yang memenuhi syarat mencapai US$2.500.000, cashback yang diperoleh berdasarkan contoh pada halaman promo adalah US$13.

  • US$1.200.000 pertama: US$3
  • Rentang US$1,2 juta sampai US$2 juta: US$3 × 2 = US$6
  • Rentang US$2 juta sampai US$2,5 juta: US$4 × 1 = US$4

Total cashback: US$3 + US$6 + US$4 = US$13.

Contoh tersebut hanya ilustrasi berdasarkan mekanisme promo. Hasil aktual dapat berbeda tergantung volume trading yang memenuhi persyaratan.

Syarat Trading yang Memenuhi Kriteria Promo

Tidak semua aktivitas trading otomatis dihitung dalam program cashback. Berdasarkan informasi promo, program ini berlaku untuk trading pada akun Standard dan Micro.

Trading yang memenuhi syarat harus memiliki selisih antara harga pembukaan dan harga penutupan minimal 0,05%.

Volume trading juga dihitung berdasarkan mekanisme yang ditentukan dalam ketentuan promo, termasuk rasio ekuitas setelah dikurangi dana bonus terhadap ekuitas pada saat posisi dibuka.

Posisi hedge tertentu juga tidak memenuhi syarat apabila dilakukan pada akun yang sama atau akun lain dalam profil trading yang sama.

Kapan Cashback XM Dibayarkan?

Cashback yang diperoleh selama periode promo akan masuk ke MyWallet paling lambat 27 Oktober 2026, sesuai informasi pada halaman promo.

Setelah cashback tersedia, peserta dapat menggunakannya untuk trading atau mencairkannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah Cashback XM Bisa Dicairkan?

Ya. Berdasarkan informasi resmi promo, cashback dapat digunakan untuk trading maupun dicairkan melalui MyWallet.

Namun, sebelum melakukan pencairan, peserta sebaiknya memastikan kembali persyaratan dan ketentuan terbaru yang berlaku pada akun masing-masing.

Keuntungan Mengikuti Promo Cashback XM

1. Cashback Berdasarkan Volume Trading

Program memberikan cashback berdasarkan volume trading yang memenuhi kriteria. Struktur bertingkat memungkinkan nilai cashback berubah ketika volume trading masuk ke rentang berikutnya.

2. Tidak Ada Batas Cashback Secara Keseluruhan

Pada tingkat volume mulai US$40.000.001, cashback tercantum sebesar US$8 untuk setiap US$400.000 volume dengan maksimum cashback keseluruhan yang dinyatakan tanpa batas.

3. Bisa Digunakan untuk Trading atau Dicairkan

Cashback yang tersedia di MyWallet dapat digunakan sesuai ketentuan program, termasuk untuk trading atau pencairan.

Apakah Promo XM Ini Cocok untuk Semua Trader?

Promo cashback tidak berarti trading menjadi bebas risiko. Besarnya volume trading yang dibutuhkan untuk memperoleh cashback relatif tinggi sehingga trader sebaiknya tidak meningkatkan aktivitas trading hanya demi mengejar hadiah.

Pertimbangkan strategi, manajemen risiko, biaya transaksi, kondisi pasar, dan kemampuan modal sebelum melakukan trading. Cashback sebaiknya dipandang sebagai manfaat tambahan, bukan sebagai alasan utama untuk mengambil posisi trading.

Cara Cek Informasi Promo XM Terbaru

Karena periode dan ketentuan promosi dapat berubah, selalu periksa halaman resmi promo sebelum melakukan pendaftaran atau trading.

LIHAT PROMO XM SEPTEMBER 2026

FAQ Promo Global XM September 2026

1. Kapan Promo Global XM September 2026 berlangsung?

Promo berlangsung dari 22 September hingga 20 Oktober 2026.

2. Berapa volume trading untuk mendapatkan cashback pertama?

Cashback pertama sebesar US$3 dapat diperoleh setelah mencapai volume trading US$1.200.000 yang memenuhi ketentuan promo.

3. Berapa cashback maksimal yang bisa didapat?

Cashback memiliki batas maksimum pada beberapa rentang volume. Mulai volume trading US$40.000.001, cashback tercantum sebesar US$8 per US$400.000 dengan maksimum keseluruhan tanpa batas.

4. Apakah akun Standard dan Micro bisa mengikuti promo?

Ya, informasi resmi promo menyebutkan bahwa program berlaku untuk akun Standard dan Micro, dengan tetap mengikuti seluruh persyaratan yang berlaku.

5. Kapan cashback masuk ke MyWallet?

Cashback yang diperoleh selama periode promo akan masuk ke MyWallet paling lambat 27 Oktober 2026.

6. Apakah cashback dapat dicairkan?

Ya, cashback dapat digunakan untuk trading atau dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Promo Global XM September 2026 menawarkan cashback berdasarkan volume trading selama periode 22 September sampai 20 Oktober 2026. Cashback dimulai dari US$3 setelah mencapai volume trading US$1,2 juta dan meningkat sesuai tingkatan volume berikutnya.

Sebelum mengikuti program, pastikan akun telah memenuhi persyaratan, pahami mekanisme perhitungan volume trading, dan baca seluruh syarat serta ketentuan resmi. Trading memiliki risiko tinggi dan dapat menyebabkan kehilangan modal.

Untuk informasi paling akurat mengenai pendaftaran, persyaratan, dan ketentuan yang berlaku, kunjungi halaman promo resmi XM.

Kunjungi Halaman Promo XM

Share:

Emas Dunia Stabil

 

Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Jumat (2/10) setelah imbal hasil obligasi AS menurun. Pasar juga mulai mengurangi spekulasi mengenai potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada Oktober, meski risiko eskalasi konflik di Timur Tengah masih menjaga harga energi tetap tinggi.

Mengutip Bloomberg, harga emas spot naik tipis menjadi US$4.181,40 per troy ounce pada pukul 14.47 WIB. Kendati stabil dalam perdagangan hari ini, harga emas masih berada di jalur penurunan mingguan sekitar 2,4%.

Imbal Hasil Obligasi AS Turun

Imbal hasil US Treasury bergerak lebih rendah, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Prancis juga melandai di seluruh kurva pada Kamis. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun Prancis turun dari level tertinggi dalam 24 tahun, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek fiskal negara tersebut yang turut mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

Kenaikan imbal hasil obligasi menjadi salah satu tekanan utama bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan harga emas sekitar 6% pada September.

Spekulasi Kenaikan Fed Mereda

Dari Amerika Serikat, Wakil Ketua Fed Philip Jefferson mengatakan bank sentral mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk menilai apakah kenaikan suku bunga tambahan diperlukan.

Pernyataan tersebut membantu meredakan spekulasi pasar mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Berdasarkan ekspektasi pasar yang dikutip Bloomberg, peluang kenaikan suku bunga acuan pada Oktober kini sekitar 26%, turun tajam dari sekitar 70% pada awal pekan.

Perubahan ekspektasi tersebut memberikan sedikit ruang bagi emas untuk mempertahankan posisinya setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Konflik Timur Tengah Jadi Risiko

Di sisi lain, harga minyak kembali meningkat seiring munculnya tanda-tanda bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi memburuk. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pemulihan aliran energi dari kawasan tersebut.

Bloomberg melaporkan bahwa seorang pejabat AS mengatakan Washington akan mengirimkan tambahan satu kapal induk serta 10.000 pelaut dan marinir ke Teluk Persia. Penambahan tersebut membuat jumlah kelompok tempur kapal induk AS kembali ke tingkat yang sama seperti pada awal perang melawan Iran pada akhir Februari.

Jika ketegangan geopolitik terus meningkat, potensi gangguan pasokan energi dapat menjadi faktor yang kembali memengaruhi ekspektasi inflasi dan kebijakan moneter global.

Emas Masih di Sekitar US$4.100

Hebe Chen, Analis Pasar Senior di Vantage Global Markets Pty Ltd., menilai pergerakan emas yang tenang saat ini menyembunyikan dinamika pasar yang cukup kuat.

Menurutnya, inflasi AS yang lebih rendah, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada Oktober, serta penurunan harga minyak sebelumnya memberikan ruang bagi emas untuk bergerak lebih tinggi.

Namun, imbal hasil US Treasury yang masih tinggi dan dolar AS yang menguat tetap menjadi hambatan bagi logam mulia. Kondisi tersebut membuat harga emas masih bergerak di sekitar level US$4.100 per troy ounce.

Dengan demikian, pelaku pasar masih mencermati arah imbal hasil obligasi AS, pergerakan dolar, ekspektasi kebijakan Fed, serta perkembangan konflik Timur Tengah sebagai katalis utama harga emas dalam jangka pendek.

Share: