Kumpulan Broker Internasional, Broker dengan Cashback Rebate 90% dari komisi kami sebagai IB, 90% Rebate terbesar di Indonesia


    REBATE BROKER INDONESIA

Master IB Broker pemberi cashback rebate Terbesar di Indonesia

www.rebatebrokerindonesia.com adalah Master IB Brokers di banyak Brokers seperti :
XM, Exness, Justmarkets, Tickmill dan HFM
Setelah mendaftar di IB kami wajib mengisi form verifikasi Rebate agar kami bisa melakukan pengecekan akun anda : Verifikasi Rebate Brokers

==========================================================
silakan Hubungi TEAM Support kami untuk mempercepat Verifikasi Rebate anda:

Click to LIVECHAT :
==========================================================

Legality Auto Rebate International


MASTER IB Brokers
  • Apa itu Auto Rebate Brokers?

    Auto Rebate Brokers adalah Rebate/cashback dari pengembalian spread yang otomatis ditransfer oleh pihak Broker ke Akun Trading / Dompet / Wallet anda dengan syarat anda harus mendaftar dengan Link atau kode IB partners kami, agar kami bisa mensetting 90% Rebate ke Anda

    Apakah Kondisi Perdagangan tetap sama?

    Kami menjamin bahwa semua komisi, spread, dan ketentuan perdagangan tetap sama.

    Apakah gratis untuk mengikuti program cashback / rebate?

    Ya, program ini gratis hanya dengan bergabung melalui IB kami. Lebih lanjut, kami akan membayar Anda dengan mengembalikan komisi kami 90% ke anda untuk setiap transaksi trading Anda.

    Bagaimana saya akan menerima Rebate saya?

    Rebate otomatis ditransfer ke akun trading (Exness, HFM, Justmarkets, Tickmill) atau Dompet/wallet ( XM). Setelah itu, Anda dapat menarik uang rebate dengan semua metode yang disediakan oleh Broker pilihan anda.

    saya sudah memiliki akun, apakah saya bisa pindah IB untuk mendapatkan rebate?

    Tentu saja bisa, panduannya bisa anda klik link dibawah

    - Pindah IB XM Click Here

    - Pindah IB Exness Click Here

    - Pindah IB Justmarkets Click Here

    - Pindah IB HFM Click Here

    - Pindah IB Tickmill Click Here

HRTA Rilis Emas Anabul


Perluas Portofolio, HRTA Rilis Koleksi Emas Bertema Anabul

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) kembali memperluas portofolio produk emas dengan meluncurkan koleksi terbaru HRTA Gold Anabul. Produk ini menyasar komunitas pemilik hewan peliharaan atau pet lovers yang ingin mengabadikan kedekatan bersama hewan kesayangan melalui produk emas.

HRTA Gold memperkenalkan enam koleksi terbaru dengan tema “Little Paw, Big Love” dalam ajang Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada Sabtu (5/9/2026).

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, mengatakan inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio produk EMASKU sekaligus menyesuaikan produk dengan perkembangan gaya hidup masyarakat.

“Kami melihat bahwa konsumen saat ini semakin mencari produk yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat merepresentasikan karakter, pengalaman, dan momen personal mereka,” ujar Sandra dalam keterangan tertulis yang dikutip Kontan, Selasa (8/9/2026).

Menurut Sandra, pengembangan koleksi HRTA Gold Anabul diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan HRTA hingga akhir 2026.

Terinspirasi dari Hewan Peliharaan

Koleksi terbaru HRTA Gold Anabul terinspirasi dari kedekatan karyawan HRTA dengan enam hewan peliharaan yang dirawat di lingkungan perusahaan.

Seluruh koleksi tersebut hadir dalam desain berbentuk paw yang dibuat dari emas murni. Desain ini merepresentasikan kasih sayang serta hubungan erat antara hewan peliharaan dan pemiliknya.

Enam anabul yang menjadi inspirasi koleksi terbaru HRTA Gold terdiri dari Miso, kucing Ragdoll; Kimi, kucing oyen; Jose, anjing Bichon; Elio, anjing Golden Retriever; serta Whisper dan Ponny, anjing Poodle.

Peluncuran koleksi “Little Paw, Big Love” sekaligus melanjutkan koleksi HRTA Gold Anabul sebelumnya yang mengusung tema “Wujud Cinta Abadi”.

Melalui koleksi terbaru ini, HRTA Gold ingin menghadirkan produk emas yang tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga dapat menjadi simbol untuk mengabadikan berbagai momen emosional bersama hewan peliharaan.

Gandeng Anabul Influencer

Selain meluncurkan koleksi baru, HRTA Gold turut memperkenalkan Kiwi, British Shorthair, dan Soya, British Longhair, sebagai brand ambassador. Keduanya merupakan anabul influencer yang diharapkan dapat memperkuat kedekatan merek dengan komunitas pet lovers dan pawrents.

Pemilik Kiwi dan Soya, Sindy, mengatakan kehadiran kedua anabul tersebut menjadi representasi hubungan emosional antara pemilik dan hewan peliharaan.

“Buat saya sendiri, Kiwi dan Soya lebih dari sekadar peliharaan. Mereka adalah keluarga,” kata Sindy.

Melalui pengembangan produk berbasis gaya hidup seperti HRTA Gold Anabul, HRTA berupaya memperluas segmen konsumennya, tidak hanya terbatas pada pembeli emas yang berorientasi pada investasi.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat portofolio produk emas sekaligus meningkatkan relevansi produk dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen yang terus berkembang.

Share:

Emas Antam Naik



Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2.639.000 per Gram

Harga emas Antam hari ini, Kamis (3/9/2026), kembali mengalami kenaikan. Harga emas batangan bersertifikat Antam yang diproduksi oleh Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp15.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram kini berada di level Rp2.639.000. Harga tersebut meningkat dari posisi pada Rabu (2/9/2026) yang tercatat sebesar Rp2.624.000 per gram.

Kenaikan juga terjadi pada harga buyback emas Antam. Pada Kamis (3/9/2026), harga pembelian kembali emas Antam berada di Rp2.492.000 per gram, naik Rp15.000 dari harga buyback sehari sebelumnya sebesar Rp2.477.000 per gram.

Pergerakan harga emas Antam menjadi salah satu perhatian investor dan masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi maupun aset lindung nilai.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga emas batangan Antam untuk berbagai pecahan pada Kamis (3/9/2026), berdasarkan harga yang tercantum di situs Logam Mulia dan belum termasuk pajak:

  • Emas Antam 0,5 gram: Rp1.369.500

  • Emas Antam 1 gram: Rp2.639.000

  • Emas Antam 5 gram: Rp12.970.000

  • Emas Antam 10 gram: Rp25.885.000

  • Emas Antam 25 gram: Rp64.587.000

  • Emas Antam 50 gram: Rp129.095.000

  • Emas Antam 100 gram: Rp258.112.000

  • Emas Antam 250 gram: Rp645.015.000

  • Emas Antam 500 gram: Rp1.289.820.000

  • Emas Antam 1.000 gram: Rp2.579.600.000

Dengan kenaikan Rp15.000 per gram, harga emas Antam 1 gram kini mencapai Rp2,639 juta. Sementara itu, investor yang ingin menjual kembali emasnya dapat memperhatikan harga buyback Antam yang berada di level Rp2.492.000 per gram.

Perlu diperhatikan bahwa harga emas Antam dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan harga dari Logam Mulia. Selain itu, harga yang dibayarkan konsumen juga dapat berbeda setelah memperhitungkan pajak dan ketentuan transaksi yang berlaku.

Share:

Emas Masih Tertekan


Harga Emas Spot Masih Tertekan, Simak Level Support Utama

Harga emas spot diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam perdagangan jangka pendek. Investor saat ini mencermati level support penting yang akan menentukan apakah koreksi emas berlanjut atau harga kembali mengikuti tren utama.

Melansir Trading Economics pada Rabu (2/9/2026) pukul 12.25 WIB, harga emas spot berada di level US$4.309 per ons troi. Harga emas melemah 0,43% secara harian dan telah turun 6,22% dalam sepekan terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan harga emas pada time frame harian masih berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support US$4.237 hingga US$4.204 per ons troi.

Meski demikian, penurunan tersebut masih dinilai sebagai koreksi yang wajar. Menurut Geraldo, harga emas saat ini sedang membentuk secondary trend atau tren sekunder setelah sebelumnya mengalami kenaikan.

“Selama area support tersebut mampu menahan tekanan jual, peluang emas untuk kembali mengikuti tren utamanya masih terbuka,” ujar Geraldo dalam riset yang diterima Kontan, Rabu (2/9/2026).

Support Jadi Penentu Arah Emas

Pada grafik harian, Dupoin Futures menilai pergerakan harga emas belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap tren utama. Pelemahan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan pembentukan tren sekunder di tengah tren sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, koreksi harga emas belum secara otomatis dapat dianggap sebagai sinyal pembalikan tren jangka panjang.

Secara teknikal, trader perlu membedakan antara koreksi harga dan perubahan tren. Penurunan dalam sebuah tren tidak selalu berarti tren utama telah berakhir.

Dalam pergerakan XAU/USD saat ini, tekanan bearish masih dipandang sebagai secondary trend selama area support US$4.237-US$4.204 belum ditembus secara signifikan.

Karena itu, area support tersebut menjadi zona penting bagi trader untuk memantau arah harga emas selanjutnya. Jika support mampu bertahan, peluang terjadinya rebound dan kembalinya harga ke tren utama masih terbuka. Sebaliknya, penembusan support dapat meningkatkan risiko tekanan jual lebih lanjut.

Harga Minyak Tekan Emas

Dari sisi fundamental, harga emas masih dipengaruhi oleh perkembangan pasar energi dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kenaikan harga minyak setelah kembali terjadi eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Harga minyak dilaporkan naik lebih dari US$4 per barel. Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi yang berasal dari sektor energi.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan ekspektasi inflasi dan mempengaruhi prospek kebijakan moneter. Dupoin Futures menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan karena meningkatnya risiko inflasi dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

“Jika tekanan inflasi semakin tinggi, peluang kebijakan moneter yang lebih ketat dapat kembali diperhitungkan oleh investor,” jelas Geraldo.

Yield Treasury Jadi Perhatian

Selain harga minyak, pergerakan yield Treasury AS juga menjadi faktor penting bagi harga emas.

Menurut Dupoin Futures, kenaikan yield Treasury dapat memberikan tekanan terhadap emas karena instrumen tersebut menawarkan imbal hasil kepada investor.

Ketika yield meningkat, aset berbunga dapat menjadi relatif lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Oleh sebab itu, pergerakan yield Treasury AS perlu diperhatikan bersamaan dengan dinamika harga emas spot.

Dolar AS dan Kebijakan The Fed

Pergerakan dolar AS juga menjadi faktor penting dalam menentukan prospek harga emas. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat mempengaruhi kekuatan dolar sekaligus pergerakan XAU/USD.

Di tengah berbagai faktor tersebut, risiko geopolitik masih menjadi salah satu sentimen yang berpotensi membatasi tekanan terhadap harga emas.

Pelaku pasar juga akan mencermati perubahan ekspektasi suku bunga menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat berikutnya. Data tersebut berpotensi menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed.

Dengan demikian, trader perlu memperhatikan support emas di US$4.237-US$4.204 per ons troi. Area tersebut menjadi level kunci untuk menentukan apakah pelemahan harga emas hanya merupakan koreksi sementara atau berkembang menjadi tekanan bearish yang lebih dalam.

Share:

Peluang SELL GBPJPY: Waspadai Pola Symmetrical Triangle dan Pullback di Channel

 

Analisa Teknis GBPJPY: Waspadai Pola Symmetrical Triangle!

Pasangan mata uang GBPJPY saat ini menunjukkan potensi penurunan harga (SELL) setelah membentuk pola symmetrical triangle pada timeframe H1. Pola ini biasanya menandakan fase konsolidasi sebelum terjadi breakout, dan dalam kasus ini, arah yang lebih diantisipasi adalah ke bawah (bearish).

Tekanan jual terhadap GBP semakin kuat, sementara Yen Jepang (JPY) mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan aset safe haven. Ketegangan geopolitik dan potensi negosiasi tarif di kawasan Asia membuat investor memilih mata uang yang dianggap lebih aman seperti JPY.

Faktor Fundamental: Ekspektasi Negosiasi Tarif Dorong Yen

Penguatan Yen juga didukung oleh sentimen pasar terhadap kemungkinan negosiasi tarif Jepang dengan mitra dagang utama, termasuk Amerika Serikat dan China. Situasi ini memperkuat persepsi pasar bahwa JPY akan tetap stabil atau bahkan menguat, terutama jika konflik dagang terus berlanjut atau meningkat.

Di sisi lain, GBP masih diliputi ketidakpastian ekonomi domestik, termasuk kebijakan suku bunga dan kondisi inflasi di Inggris. Kombinasi faktor-faktor ini membuka ruang bagi pelemahan GBP terhadap JPY dalam waktu dekat.

Peluang Trading: Cari Pullback di Area Channel!

Secara teknikal, pola symmetrical triangle yang terbentuk memberikan sinyal konsolidasi harga. Namun, tekanan jual yang meningkat mengindikasikan peluang breakout ke bawah dari pola ini. Trader disarankan untuk tidak terburu-buru entry, melainkan menunggu pullback di sekitar area channel sebagai konfirmasi sebelum membuka posisi SELL.

Trade Plan SELL GBPJPY

  • Sell Area: 187.460 – 188.092

  • Stop Loss (SL): 188.777

  • Take Profit (TP):

    • TP1: 186.488

    • TP2: 185.608

    • TP3: 184.688

Strategi ini memberikan rasio risk-to-reward yang cukup menarik, terutama bagi trader yang mengandalkan pola teknikal dan sentimen pasar global sebagai dasar pengambilan keputusan.


Dengan terbentuknya pola symmetrical triangle pada timeframe H1 serta sentimen penguatan Yen karena statusnya sebagai safe haven, potensi SELL GBPJPY cukup menjanjikan. Perhatikan area pullback pada channel triangle sebelum entry, dan pastikan selalu menggunakan manajemen risiko yang baik.

Pantau terus perkembangan geopolitik dan berita ekonomi yang dapat memengaruhi volatilitas pasangan mata uang ini. Dengan strategi yang tepat, peluang profit bisa dimaksimalkan di tengah kondisi market yang dinamis.

Share:

Peluang SELL USDCHF Masih Terbuka: Harga Gagal Tembus Resistance!

 

Analisa Teknikal dan Fundamental USDCHF Hari Ini

Pasangan mata uang USDCHF saat ini menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut setelah harga tertahan dan pull back di area resistance. Sinyal ini memberikan peluang menarik bagi trader untuk mencari posisi SELL, dengan skenario yang tetap valid selama resistance tidak berhasil ditembus.

Kejutan dari Kebijakan Tarif Trump

Salah satu faktor fundamental yang memengaruhi pasar adalah pengumuman mengejutkan dari Presiden AS saat itu, Donald Trump. Ia menyampaikan bahwa penurunan tarif impor ditunda selama 90 hari untuk sebagian besar mitra dagang Amerika Serikat. Namun, langkah ini tidak berlaku untuk China. Bahkan, sebaliknya—Trump menaikkan tarif impor terhadap China menjadi 125% secara langsung.

Kondisi ini memicu sentimen negatif terhadap USD karena meningkatkan ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Tertahan di Resistance, Indikasi Bearish Masih Kuat

Secara teknikal, pada time frame H1, harga USDCHF terlihat tertahan di resistance dan kemudian melakukan pull back. Pola ini sering kali menjadi sinyal awal dari pembalikan arah atau koreksi yang lebih dalam, terutama jika harga gagal menembus area resistance yang ada.

Rencana Trading USDCHF Hari Ini

Dengan mempertimbangkan analisa teknikal dan sentimen pasar, berikut adalah trade plan yang direkomendasikan:

  • SELL Area: 0.85714 – 0.86049

  • Stop Loss (SL): 0.86559

  • Take Profit 1 (TP1): 0.85006

  • Take Profit 2 (TP2): 0.84488

  • Take Profit 3 (TP3): 0.83970

Selama harga tetap di bawah area resistance, skenario bearish atau pelemahan USDCHF masih sangat valid. Sinyal ini bisa dimanfaatkan oleh trader untuk masuk posisi jual dengan manajemen risiko yang tepat.

Dengan tertahannya harga di resistance dan indikasi pull back, USDCHF masih menunjukkan peluang SELL yang menjanjikan. Ditambah dengan sentimen negatif dari ketegangan dagang antara AS dan China, potensi pelemahan USD cukup terbuka.

Selalu pastikan untuk memantau pergerakan harga terbaru dan gunakan manajemen risiko secara disiplin dalam setiap entry yang dilakukan. Analisa ini bukan sinyal pasti, namun bisa menjadi pertimbangan strategi dalam aktivitas trading Anda.

Share:

Peluang SELL EURJPY: Trend Line Kuat Tahan Kenaikan Harga

 


Pasangan mata uang EURJPY saat ini sedang menjadi perhatian para trader teknikal maupun fundamental. Di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Jepang (BOJ) dan meningkatnya kekhawatiran akan resesi global, Yen Jepang kembali dilirik sebagai aset safe haven. Situasi ini membuka peluang menarik bagi para trader untuk mengincar posisi SELL EURJPY.

Sentimen Pasar: BOJ, Suku Bunga, dan Resesi

Meskipun ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga BOJ mulai mereda, hal tersebut tidak serta-merta melemahkan Yen. Justru, meningkatnya kekhawatiran akan resesi ekonomi global kembali mendorong permintaan terhadap JPY sebagai mata uang pelindung nilai (safe-haven). Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk Euro.

Analisa Teknikal EURJPY: Trend Line Menjadi Kunci

Secara teknikal, grafik EURJPY pada time frame M30 menunjukkan bahwa harga saat ini tertahan di area trend line penurunan (down trend line) yang cukup kuat. Selama harga masih gagal menembus ke atas trend line ini, maka skenario bearish tetap terbuka lebar.

Potensi Penurunan EURJPY

Pola pergerakan harga menunjukkan adanya peluang untuk melanjutkan penurunan lebih lanjut. Oleh karena itu, para trader dapat memanfaatkan momen ini untuk membuka posisi SELL, tentunya dengan pengelolaan risiko yang tepat.

Trade Plan EURJPY

Berikut adalah rencana perdagangan (trade plan) yang bisa Anda pertimbangkan:

  • SELL Area: 160.166 – 160.534

  • Stop Loss (SL): 161.075

  • Take Profit 1 (TP1): 159.553

  • Take Profit 2 (TP2): 158.907

  • Take Profit 3 (TP3): 158.261

Strategi ini cocok untuk Anda yang ingin memanfaatkan sinyal teknikal dari pantulan trend line serta dukungan fundamental dari kekuatan JPY sebagai safe-haven.

Dengan kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang mendukung, pasangan mata uang EURJPY menunjukkan potensi penurunan dalam jangka pendek. Selama harga masih bergerak di bawah trend line, peluang untuk SELL EURJPY tetap terbuka. Pastikan selalu menggunakan manajemen risiko yang disiplin agar bisa memaksimalkan peluang tanpa mengabaikan potensi kerugian.

Share: