Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Bertahan di Bawah US$4.400 di Tengah Lonjakan Minyak dan Imbal Hasil Obligasi
XAU/USD masih bergerak dalam kisaran konsolidasi antara US$4.350 hingga US$4.440.
Kenaikan harga minyak dan lonjakan imbal hasil obligasi global membatasi daya tarik emas.
Tren jangka pendek emas tetap cenderung bearish, dengan area support US$4.300 menjadi level krusial yang perlu diperhatikan.
Harga emas (XAU/USD) melemah pada perdagangan Kamis setelah gagal mempertahankan momentum di atas level psikologis US$4.400. Kenaikan harga minyak yang mendekati US$100 per barel serta reli imbal hasil obligasi global menjelang keputusan kebijakan moneter sejumlah bank sentral utama dunia menjadi faktor utama yang menekan logam mulia.
Meski demikian, pelemahan Dolar AS masih memberikan dukungan bagi emas sehingga pergerakannya tetap berada dalam rentang perdagangan 10 hari terakhir. Analis TD Securities menilai masih terdapat peluang kenaikan harga emas dalam jangka menengah. Menurut mereka, prospek logam mulia tetap didukung oleh tren pelemahan dolar AS, tingginya pembelian emas oleh bank sentral, serta meningkatnya arus masuk ke ETF berbasis emas.
Sementara itu, analis TH Securities berpendapat bahwa sekalipun Federal Reserve mengadopsi kebijakan yang lebih hawkish, dampaknya terhadap emas kemungkinan hanya akan menunda potensi kenaikan berikutnya, bukan memicu penurunan signifikan pada harga emas maupun sektor logam mulia secara keseluruhan.
Analisis Teknis XAU/USD: Support US$4.300 Masih Menjadi Penentu
Dari sisi teknikal, XAU/USD masih mengonsolidasikan pelemahan terbaru tepat di bawah Simple Moving Average (SMA) 200 hari yang berada di sekitar US$4.538. Kondisi ini menunjukkan bahwa prospek jangka pendek masih terbatas dengan kecenderungan netral hingga bearish.
Indikator Relative Strength Index (RSI) periode 14 berada di sekitar level 50, mencerminkan minimnya momentum arah yang kuat. Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di wilayah negatif dengan histogram yang tertekan, mengindikasikan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Pada sisi atas, pergerakan harga masih menghadapi hambatan kuat di area US$4.440, yang merupakan puncak perdagangan dalam dua hari terakhir. Jika berhasil ditembus, target berikutnya berada di sekitar US$4.500 sebelum menguji SMA 200 hari di dekat US$4.538.
Sebaliknya, tekanan jual berpotensi meningkat apabila harga kembali turun ke area support mingguan di kisaran US$4.300. Penembusan di bawah level tersebut dapat membuka jalan menuju area US$4.311 hingga US$4.282, yang merupakan level terendah pada 14 Agustus dan 2 September. Area ini juga berfungsi sebagai neckline dari pola bearish Head and Shoulders (H&S), sehingga menjadi zona penting yang menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.

