Arbitrase (Arbitrage) dalam Forex: Strategi Market-Neutral untuk Profit Tanpa Spekulasi

Dalam dunia trading forex, kebanyakan trader mencari profit dengan mengantisipasi arah pergerakan harga di masa depan. Namun, ada strategi lain yang memungkinkan trader untuk meraih keuntungan tanpa harus berspekulasi terhadap arah pergerakan harga, yaitu dengan menggunakan arbitrase forex. Arbitrase merupakan suatu cara trading di mana trader berusaha mendapatkan profit dari perbedaan harga antar instrumen di dua pasar berbeda.


Pengertian Arbitrase

Arbitrase dalam konteks trading forex berbeda dengan pemahaman arbitrase dalam hukum. Dalam trading, arbitrase merujuk pada strategi di mana trader berusaha mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga antar instrumen di dua pasar. Trader yang menggunakan strategi arbitrase disebut sebagai "arbitrageurs". Mereka melakukan pembelian (buy) di satu pasar dan penjualan (sell) dalam jumlah yang sama di pasar lain, dengan tujuan memanfaatkan selisih harga di antara keduanya.

Cara Kerja Arbitrase dalam Forex

Arbitrase forex dilakukan dengan mencari perbedaan harga antar broker atau pasar. Ada dua cara utama untuk melakukan arbitrase dalam forex:

1. Broker Arbitrage

Dalam broker arbitrage, trader mencari perbedaan harga pada satu pasangan mata uang di dua broker yang berbeda. Misalnya, trader bisa melakukan pembelian (buy) pada satu broker yang memberikan harga lebih rendah, dan secara bersamaan melakukan penjualan (sell) pada broker lain yang memberikan harga lebih tinggi. Setelah memperhitungkan biaya transaksi, trader akan mendapatkan profit dari selisih harga.

2. Triangular Arbitrage

Triangular arbitrage melibatkan tiga posisi trading pada tiga pasangan mata uang yang berbeda. Trader mencari ketidaksesuaian dalam nilai tukar yang tersirat antara tiga pasangan mata uang tersebut. Jika ada perbedaan nilai yang dapat dimanfaatkan, trader membuka posisi yang dapat menghasilkan profit tanpa harus berspekulasi terhadap arah pergerakan pasar.

Risiko Arbitrase Forex

Meskipun arbitrase forex terkadang dianggap sebagai "risk-free trading," namun masih ada risiko yang perlu dipertimbangkan:

  1. Eksekusi Cepat: Eksekusi order harus sangat cepat untuk memanfaatkan perbedaan harga, namun slippage dan delay eksekusi dapat mengurangi profit.
  2. Biaya Transaksi: Biaya transaksi dan spread antar broker dapat memakan sebagian dari keuntungan yang dihasilkan.
  3. Risiko Broker: Tidak semua broker mengizinkan atau mendukung strategi arbitrase. Beberapa broker mungkin melarang atau membatasi penggunaan arbitrase.
  4. Ketidakstabilan Harga: Harga dapat berubah dengan cepat, dan kondisi pasar yang tidak stabil dapat menyulitkan pelaksanaan strategi arbitrase.


Arbitrase forex adalah strategi market-neutral yang memungkinkan trader untuk mendapatkan profit tanpa berspekulasi terhadap arah pergerakan harga. Meskipun terdengar menjanjikan, trader perlu memahami risiko-risiko yang terkait, termasuk eksekusi cepat, biaya transaksi, risiko broker, dan ketidakstabilan harga. Penting untuk memastikan bahwa broker yang digunakan mendukung atau memperbolehkan strategi arbitrase. Jika dijalankan dengan hati-hati, arbitrase forex dapat menjadi alternatif menarik untuk mendapatkan keuntungan di pasar forex.