Kumpulan Broker Internasional, Broker dengan Cashback Rebate 90% dari komisi kami sebagai IB, 90% Rebate terbesar di Indonesia


Emas Masih Tertekan


Harga Emas Spot Masih Tertekan, Simak Level Support Utama

Harga emas spot diperkirakan masih menghadapi tekanan dalam perdagangan jangka pendek. Investor saat ini mencermati level support penting yang akan menentukan apakah koreksi emas berlanjut atau harga kembali mengikuti tren utama.

Melansir Trading Economics pada Rabu (2/9/2026) pukul 12.25 WIB, harga emas spot berada di level US$4.309 per ons troi. Harga emas melemah 0,43% secara harian dan telah turun 6,22% dalam sepekan terakhir.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan harga emas pada time frame harian masih berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support US$4.237 hingga US$4.204 per ons troi.

Meski demikian, penurunan tersebut masih dinilai sebagai koreksi yang wajar. Menurut Geraldo, harga emas saat ini sedang membentuk secondary trend atau tren sekunder setelah sebelumnya mengalami kenaikan.

“Selama area support tersebut mampu menahan tekanan jual, peluang emas untuk kembali mengikuti tren utamanya masih terbuka,” ujar Geraldo dalam riset yang diterima Kontan, Rabu (2/9/2026).

Support Jadi Penentu Arah Emas

Pada grafik harian, Dupoin Futures menilai pergerakan harga emas belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap tren utama. Pelemahan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan pembentukan tren sekunder di tengah tren sebelumnya.

Dengan kondisi tersebut, koreksi harga emas belum secara otomatis dapat dianggap sebagai sinyal pembalikan tren jangka panjang.

Secara teknikal, trader perlu membedakan antara koreksi harga dan perubahan tren. Penurunan dalam sebuah tren tidak selalu berarti tren utama telah berakhir.

Dalam pergerakan XAU/USD saat ini, tekanan bearish masih dipandang sebagai secondary trend selama area support US$4.237-US$4.204 belum ditembus secara signifikan.

Karena itu, area support tersebut menjadi zona penting bagi trader untuk memantau arah harga emas selanjutnya. Jika support mampu bertahan, peluang terjadinya rebound dan kembalinya harga ke tren utama masih terbuka. Sebaliknya, penembusan support dapat meningkatkan risiko tekanan jual lebih lanjut.

Harga Minyak Tekan Emas

Dari sisi fundamental, harga emas masih dipengaruhi oleh perkembangan pasar energi dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kenaikan harga minyak setelah kembali terjadi eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz.

Harga minyak dilaporkan naik lebih dari US$4 per barel. Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi yang berasal dari sektor energi.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan ekspektasi inflasi dan mempengaruhi prospek kebijakan moneter. Dupoin Futures menilai perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan karena meningkatnya risiko inflasi dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

“Jika tekanan inflasi semakin tinggi, peluang kebijakan moneter yang lebih ketat dapat kembali diperhitungkan oleh investor,” jelas Geraldo.

Yield Treasury Jadi Perhatian

Selain harga minyak, pergerakan yield Treasury AS juga menjadi faktor penting bagi harga emas.

Menurut Dupoin Futures, kenaikan yield Treasury dapat memberikan tekanan terhadap emas karena instrumen tersebut menawarkan imbal hasil kepada investor.

Ketika yield meningkat, aset berbunga dapat menjadi relatif lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Oleh sebab itu, pergerakan yield Treasury AS perlu diperhatikan bersamaan dengan dinamika harga emas spot.

Dolar AS dan Kebijakan The Fed

Pergerakan dolar AS juga menjadi faktor penting dalam menentukan prospek harga emas. Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dapat mempengaruhi kekuatan dolar sekaligus pergerakan XAU/USD.

Di tengah berbagai faktor tersebut, risiko geopolitik masih menjadi salah satu sentimen yang berpotensi membatasi tekanan terhadap harga emas.

Pelaku pasar juga akan mencermati perubahan ekspektasi suku bunga menjelang rilis data tenaga kerja Amerika Serikat berikutnya. Data tersebut berpotensi menjadi salah satu indikator penting bagi investor dalam memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed.

Dengan demikian, trader perlu memperhatikan support emas di US$4.237-US$4.204 per ons troi. Area tersebut menjadi level kunci untuk menentukan apakah pelemahan harga emas hanya merupakan koreksi sementara atau berkembang menjadi tekanan bearish yang lebih dalam.

Share: