UBS mengidentifikasi sejumlah saham perusahaan tambang emas unggulan di tengah volatilitas pasar dan meningkatnya tekanan biaya yang diperkirakan berlanjut hingga 2027. Meski harga emas masih berada pada level tinggi, kenaikan biaya energi dan operasional berpotensi menekan margin keuntungan perusahaan tambang dalam beberapa kuartal mendatang.
Harga emas sempat mencetak rekor sekitar US$5.400 per ons pada Januari 2026, sebelum terkoreksi ke kisaran US$4.000 per ons pada Juli. Harga kemudian pulih ke sekitar US$4.700 per ons pada Agustus, tetapi kembali melemah dan menutup September di kisaran US$4.170 per ons.
Volatilitas tersebut juga tercermin pada kinerja dana GDX, yang mencatat fluktuasi dari puncak ke lembah sekitar minus 40% hingga plus 50% sepanjang tahun berjalan. Pergerakan ini menunjukkan tingginya sensitivitas saham perusahaan tambang emas terhadap perubahan harga logam mulia.
UBS menilai valuasi saham sektor emas secara umum masih berada pada tingkat yang wajar. Margin keuntungan perusahaan tambang juga dinilai tetap menarik selama harga emas bertahan di atas US$4.000 per ons. Namun, tekanan harga energi dan kenaikan biaya operasional lainnya diperkirakan mendorong peningkatan biaya produksi per unit pada 2027.
Karena itu, UBS menyarankan investor untuk menerapkan strategi investasi selektif pada saham pertambangan emas, terutama menjelang publikasi laporan keuangan kuartal III dan penyampaian proyeksi bisnis untuk 2027.
Investor dapat mempertimbangkan perusahaan dengan kinerja operasional yang membaik, arus kas yang kuat, valuasi menarik, serta proyek pengembangan yang berpotensi mendukung pertumbuhan jangka panjang.
6 Saham Tambang Emas Pilihan UBS
1. Newmont (NEM)
Newmont menjadi pilihan utama UBS di antara produsen emas berskala besar. Rekomendasi ini didukung oleh prospek pengembalian kas yang lebih jelas, rendahnya kemungkinan terjadinya merger dan akuisisi besar, serta perbaikan moderat dalam prospek operasional perusahaan.
Kinerja operasional Newmont juga menunjukkan peningkatan setelah sebelumnya menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaan bisnis.
Selain itu, perselisihan terkait Nevada Gold Mines dengan Barrick telah diselesaikan. Newmont membayar US$1,95 miliar untuk memasukkan aset Fourmile, Fiberline, dan Mike ke dalam usaha patungan berdasarkan perjanjian yang diperbarui.
Penyelesaian tersebut menghilangkan salah satu hambatan penting bagi perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan aset untuk jangka panjang.
2. Barrick
Meskipun UBS menilai Newmont sebagai pihak yang paling diuntungkan dari kesepakatan Nevada Gold Mines, bank investasi tersebut memperkirakan bahwa dampak positif kesepakatan itu sudah tercermin dalam kinerja relatif dan valuasi saham Barrick.
Di sisi lain, prospek Barrick tetap didukung oleh perbaikan kinerja operasional dan potensi pengembalian kas dalam jangka pendek.
UBS juga menilai valuasi saham Barrick masih menarik, sementara kemungkinan perusahaan melakukan merger dan akuisisi berskala besar dalam waktu dekat relatif rendah.
Kombinasi tersebut menjadikan Barrick salah satu saham pertambangan emas yang layak diperhatikan investor di tengah volatilitas sektor.
3. Endeavour Mining
Endeavour Mining menawarkan potensi imbal hasil arus kas bebas yang menarik. Meskipun perusahaan menghadapi risiko negara yang relatif lebih tinggi, UBS menilai risiko tersebut telah tercermin dalam valuasi sahamnya.
Imbal hasil arus kas bebas berdasarkan harga emas saat ini diperkirakan melampaui 10%. UBS juga memperkirakan pengembalian kas kepada pemegang saham dapat meningkat pada 2026.
Dalam jangka menengah, perusahaan dinilai memiliki kemampuan mempertahankan distribusi kas yang sehat meskipun belanja modal meningkat.
Salah satu pendorong pertumbuhan utama adalah pengembangan proyek Assafou di Pantai Gading. Investasi tersebut diperkirakan mendukung pertumbuhan produksi sekitar 40% selama periode 2025–2029, meskipun peningkatan belanja modal tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
4. SSR Mining
SSR Mining kini memasuki tahap penting setelah menyelesaikan divestasi asetnya di Turki. Fokus investasi terhadap perusahaan beralih pada kemampuan menjalankan strategi operasional, memperpanjang umur tambang, serta mengalokasikan kas secara efektif.
UBS memperkirakan portofolio SSR Mining mampu mempertahankan produksi setara emas sedikit di bawah 500.000 ons per tahun.
Dengan kas lebih dari US$2 miliar, keputusan perusahaan dalam mengelola likuiditas dan menentukan prioritas investasi akan menjadi faktor penting dalam menilai prospek sahamnya ke depan.
5. Skeena Resources
Skeena Resources menjadi salah satu perusahaan yang menarik perhatian UBS berkat perkembangan proyek Eskay Creek.
Perusahaan tersebut telah memperoleh izin-izin utama untuk proyek Eskay Creek pada Februari 2026, sementara pembangunan dilaporkan tetap berjalan sesuai jadwal.
Katalis berikutnya mencakup pembaruan parameter utama proyek serta perkembangan konstruksi menuju target pengoperasian awal atau commissioning.
Kemajuan pembangunan dan kemampuan perusahaan memenuhi target proyek akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan Skeena Resources.
6. Franco-Nevada
Franco-Nevada melengkapi daftar saham pilihan UBS, terutama karena potensi pembukaan kembali operasi Cobre Panama yang dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham.
Berdasarkan penilaian UBS, Franco-Nevada diperdagangkan pada sekitar 15 kali rasio nilai perusahaan terhadap EBITDA berdasarkan estimasi harga spot untuk 2028. Angka tersebut berada di bawah rata-rata lima tahun perusahaan sebesar 21,5 kali.
Perbedaan valuasi tersebut membuka peluang bagi investor apabila prospek operasional dan kontribusi aset perusahaan membaik. Namun, realisasi potensi tersebut tetap bergantung pada perkembangan proyek dan kondisi bisnis ke depan.
Prospek Saham Tambang Emas pada 2027
Pilihan saham UBS menunjukkan bahwa peluang investasi di sektor pertambangan emas tidak hanya bergantung pada kenaikan harga emas, tetapi juga pada kemampuan perusahaan mengendalikan biaya produksi, menjaga arus kas, dan menjalankan proyek secara efisien.
Newmont dan Barrick menonjol melalui skala bisnis serta prospek operasional, sedangkan Endeavour Mining menawarkan potensi imbal hasil arus kas. SSR Mining memiliki fokus pada optimalisasi kas dan umur tambang, Skeena Resources mengandalkan perkembangan proyek Eskay Creek, sementara Franco-Nevada menawarkan potensi dari valuasi dan perkembangan Cobre Panama.
Meski demikian, kenaikan biaya energi dan operasional pada 2027 tetap menjadi risiko utama bagi sektor ini. Investor perlu mempertimbangkan valuasi, kondisi keuangan, risiko negara, serta kemajuan proyek sebelum mengambil keputusan investasi.
Kesimpulannya, UBS melihat peluang pada saham-saham pertambangan emas yang memiliki fundamental kuat dan katalis pertumbuhan yang jelas. Di tengah volatilitas harga emas, pendekatan selektif dapat membantu investor membedakan perusahaan yang mampu mempertahankan profitabilitas dari perusahaan yang lebih rentan terhadap tekanan biaya.
