Sistem Trading Triple Screen (2)

Bagian kedua dari sistem trading Triple Screen yang dikembangkan oleh Dr. Alexander Elder berfokus pada Layar Kedua, yang digunakan untuk menganalisis "Gelombang Pasar" (Market Wave) pada time frame yang lebih kecil untuk menemukan sinyal trading. Berikut adalah penjelasan mendalam tentang indikator yang digunakan pada Layar Kedua, cara penggunaannya, dan contoh penerapannya dalam trading.



Layar Kedua pada Triple Screen: Menggambarkan "Gelombang Pasar" (Market Wave)

1. Konsep Layar Kedua: Gelombang Pasar

Pada Layar Kedua, Anda akan menganalisis time frame patokan (intermediate time frame), yang dalam sistem Triple Screen adalah time frame Daily. Di sini, fokus utamanya adalah menggunakan indikator oscillator untuk mencari sinyal trading berdasarkan momentum pasar.

Indikator Oscillator: Indikator ini mengukur kekuatan dan kelemahan pasar untuk menentukan potensi entry point yang sesuai dengan arah tren yang sudah ditetapkan pada Layar Pertama.

Indikator Oscillator yang Digunakan:

Berikut adalah empat indikator oscillator yang umum digunakan dalam Layar Kedua beserta penjelasannya:

1. Force Index

  • Deskripsi: Force Index dikembangkan oleh Dr. Elder untuk mengukur kekuatan trend bullish dan bearish dengan pendekatan moving average.
  • Indikator Utama: Exponential Moving Average (EMA) dengan periode 2.
  • Platform: Tersedia di MetaTrader melalui Insert > Indicators > Oscillators > Force Index.

Cara Baca:

  • Bullish: Jika garis EMA-2 day pada Force Index berada di atas garis 0.00.
  • Bearish: Jika garis EMA-2 day berada di bawah garis 0.00.

Contoh Force Index pada EUR/USD Daily:

Strategi Trading:

  • Buy: Ketika EMA-2 day Force Index berada di area negatif dengan momentum pull-back ke arah atas saat tren bullish pada Weekly.
  • Sell: Saat EMA-2 day Force Index berada di area positif dengan momentum pull-back ke arah bawah saat tren bearish pada Weekly.

2. Elder Ray Index

  • Deskripsi: Elder Ray Index mengukur kekuatan bullish dan bearish menggunakan dua indikator: Bulls Power dan Bears Power.
  • Indikator Utama: Bulls Power dan Bears Power dengan periode default 13.
  • Platform: Tersedia di MetaTrader melalui Insert > Indicators > Oscillators > Bulls Power and Bears Power.

Cara Baca:

  • Bullish: Jika Bears Power berada di area negatif tetapi bergerak ke atas.
  • Bearish: Jika Bulls Power berada di area positif dengan kekuatan melemah.

Contoh Elder Ray pada EUR/USD Daily:

Strategi Trading:

  • Buy: Ketika Bears Power negatif dan bergerak ke arah atas selama trend bullish pada Weekly.
  • Sell: Ketika Bulls Power positif dan melemah selama trend bearish pada Weekly.

3. Stochastic Oscillator

  • Deskripsi: Stochastic Oscillator mengukur kondisi overbought atau oversold dengan membandingkan harga penutupan saat ini dengan range harga dalam periode tertentu.
  • Indikator Utama: Stochastic dengan periode default 14, 3, 3.

Cara Baca:

  • Bullish: Ketika Stochastic menunjukkan kondisi oversold (di bawah 20) dan garis %K memotong garis %D dari bawah ke atas.
  • Bearish: Ketika Stochastic menunjukkan kondisi overbought (di atas 80) dan garis %K memotong garis %D dari atas ke bawah.

Contoh Stochastic pada EUR/USD Daily:

Strategi Trading:

  • Buy: Jika Stochastic menunjukkan oversold dan memberikan sinyal beli di Daily dengan tren bullish pada Weekly.
  • Sell: Jika Stochastic menunjukkan overbought dan memberikan sinyal jual di Daily dengan tren bearish pada Weekly.

4. Williams Percent Range (WPR)

  • Deskripsi: Williams Percent Range adalah indikator yang mengukur kondisi overbought dan oversold dengan menghitung level harga penutupan saat ini relatif terhadap rentang harga dalam periode tertentu.
  • Indikator Utama: Williams %R dengan periode default 14.

Cara Baca:

  • Bullish: Ketika Williams %R berada di area oversold (di bawah -80) dan menunjukkan potensi pembalikan harga.
  • Bearish: Ketika Williams %R berada di area overbought (di atas -20) dan menunjukkan potensi penurunan harga.

Contoh Williams %R pada EUR/USD Daily:

Strategi Trading:

  • Buy: Jika Williams %R menunjukkan oversold dan memberikan sinyal beli di Daily dengan tren bullish pada Weekly.
  • Sell: Jika Williams %R menunjukkan overbought dan memberikan sinyal jual di Daily dengan tren bearish pada Weekly.

 

2. Penjelasan dan Aplikasi Indikator pada Layar Kedua

1. Force Index

Cara Penggunaan:

  1. Tentukan Trend pada Weekly: Jika trend bullish, cari sinyal buy di Daily.
  2. Analisis Force Index: Perhatikan jika EMA-2 day berada di area negatif dengan momentum naik.
  3. Entry: Gunakan buy stop order di atas level tertinggi hari tersebut.

2. Elder Ray Index

Cara Penggunaan:

  1. Tentukan Trend pada Weekly: Jika trend bullish, cari sinyal buy di Daily.
  2. Analisis Elder Ray Index: Perhatikan Bears Power di area negatif dengan arah naik.
  3. Entry: Gunakan buy stop order di atas level tertinggi hari tersebut.

3. Stochastic Oscillator

Cara Penggunaan:

  1. Tentukan Trend pada Weekly: Jika trend bullish, cari sinyal buy di Daily.
  2. Analisis Stochastic: Perhatikan jika Stochastic berada di area oversold dan memberikan sinyal beli.
  3. Entry: Gunakan sinyal beli di area oversold.

4. Williams Percent Range

Cara Penggunaan:

  1. Tentukan Trend pada Weekly: Jika trend bullish, cari sinyal buy di Daily.
  2. Analisis Williams %R: Perhatikan jika Williams %R berada di area oversold.
  3. Entry: Gunakan sinyal beli di area oversold.

 

3. Contoh Penerapan Sistem Triple Screen

Contoh Kasus: EUR/USD

Langkah 1: Analisis Layar Pertama (Weekly)

  • Indikator: EMA 13
  • Hasil: EMA 13 menunjukkan bullish trend.

Langkah 2: Analisis Layar Kedua (Daily)

  • Indikator: Force Index
  • Hasil: EMA-2 day Force Index berada di area negatif dengan momentum naik.

Langkah 3: Analisis Layar Ketiga (4H)

  • Indikator: Support/Resistance Levels, Candlestick Patterns
  • Hasil: Harga membentuk pola bullish candlestick atau mendekati level support.

 

4. Tips dan Best Practices

1. Keseimbangan antara Time Frames

  • Pastikan bahwa Anda mengikuti aturan sistem Triple Screen dengan ketat untuk menghindari sinyal yang tidak konsisten antara time frame.

2. Kombinasi Indikator

  • Gunakan satu atau lebih indikator oscillator untuk meningkatkan keakuratan sinyal trading.

3. Evaluasi Sinyal

  • Periksa sinyal dari Layar Kedua dengan cara yang sistematis dan hindari keputusan trading yang didasarkan pada emosi.

4. Manajemen Risiko

  • Tetapkan stop loss dan take profit dengan jelas dan konsisten.