Kumpulan Broker Internasional, Broker dengan Cashback Rebate 90% dari komisi kami sebagai IB, 90% Rebate terbesar di Indonesia


Emas Fluktuatif Jelang Fed

 

Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada Selasa, 27 Oktober 2026, setelah sempat turun di bawah level psikologis US$4.000 per troy ons. Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan ini, sembari memantau perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi meredakan ketegangan geopolitik.

Pada pukul 19.56 WIB, harga emas spot (XAU/USD) naik 0,1% ke US$4.023,00 per troy ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turun 0,1% ke US$4.036,27 per troy ons. Kenaikan sebesar 0,5% pada sesi sebelumnya belum cukup untuk menjaga momentum positif harga emas, karena investor masih berhati-hati menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed pada Rabu.

Keputusan Fed Jadi Fokus

Perhatian utama pasar tertuju pada kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga acuannya. Saat ini, pasar hanya memperkirakan peluang sekitar 10% untuk kenaikan suku bunga dalam pertemuan pekan ini, meskipun tingginya harga energi masih memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan membuka peluang pengetatan kebijakan sebelum akhir tahun.

Sebelumnya, data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong pelaku pasar meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober. Namun, pernyataan sejumlah pejabat bank sentral yang menilai kenaikan suku bunga tambahan belum mendesak membuat ekspektasi tersebut kembali mereda.

The Fed diketahui menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 pada September 2026. Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas batangan.

Diplomasi Iran Pengaruhi Pasar

Selain kebijakan moneter, perkembangan hubungan AS-Iran turut menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga emas. Upaya diplomatik terbaru memunculkan harapan bahwa kedua pihak dapat mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Di sisi lain, harga minyak dunia bergerak relatif stabil setelah mengalami fluktuasi selama perdagangan. Meskipun prospek diplomasi memberikan sentimen positif bagi pasar, tingginya harga energi masih menimbulkan kekhawatiran terhadap inflasi yang dapat membatasi potensi kenaikan harga emas.

Jika tekanan inflasi bertahan, ekspektasi suku bunga tinggi berpotensi meningkat kembali dan membatasi daya tarik logam mulia. Karena itu, investor akan terus mencermati perkembangan geopolitik serta sinyal kebijakan moneter The Fed untuk menentukan arah perdagangan emas berikutnya.

Dolar Tekan Harga Emas

Penguatan dolar AS juga menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga emas. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, tercatat naik 0,2% ke level 102,18.

Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga berpotensi mengurangi permintaan terhadap logam mulia tersebut.

David Morrison, Analis Pasar Senior di Trade Nation, memperingatkan adanya risiko penembusan level support emas. Menurutnya, jika tekanan jual semakin kuat dan support utama gagal dipertahankan, harga emas berpotensi mengalami koreksi lebih dalam menuju area US$3.500 per troy ons.

Ia juga menyoroti pergerakan dolar AS sebagai salah satu faktor yang belum pasti dan dapat menentukan arah harga emas selanjutnya.

Prospek Emas Berikutnya

Dalam jangka pendek, pergerakan harga emas diperkirakan masih dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu keputusan suku bunga The Fed, perkembangan diplomasi AS-Iran, dan arah pergerakan dolar AS.

Jika The Fed mempertahankan suku bunga dan memberikan sinyal kebijakan yang lebih lunak, emas berpeluang memperoleh dukungan. Namun, penguatan dolar AS, tekanan inflasi akibat harga energi, serta kemungkinan suku bunga bertahan tinggi dapat kembali membatasi kenaikan harga.

Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan harga emas menembus support psikologis US$4.000 per troy ons, risiko koreksi lanjutan perlu diwaspadai. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan harga di sekitar level tersebut sembari menunggu keputusan resmi The Fed dan perkembangan terbaru konflik AS-Iran.

Share: