Kumpulan Broker Internasional, Broker dengan Cashback Rebate 90% dari komisi kami sebagai IB, 90% Rebate terbesar di Indonesia


Emas Rebound Dekati Support

 

Berita Emas Hari Ini, 26 Oktober 2026

Harga emas dunia mencoba pulih pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026, setelah mencatat penurunan mingguan sekitar 4%, yang menjadi pelemahan mingguan terbesar sejak Juni. Pergerakan XAU/USD saat ini dipengaruhi oleh perubahan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dinamika dolar AS, perkembangan konflik Amerika Serikat–Iran, serta ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Perhatian pasar tertuju pada tiga faktor utama, yaitu pergerakan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun, perkembangan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan hasil pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober 2026. Ketiga faktor tersebut berpotensi menentukan arah harga emas berikutnya, terutama setelah tekanan jual yang terjadi dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

1. Harga Emas Dunia Hari Ini

Berdasarkan laporan Reuters pada 26 Oktober 2026, harga emas spot naik sekitar 0,3% menjadi US$4.008,70 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS menguat 0,3% ke level US$4.021,90 per troy ounce.

Kenaikan ini menunjukkan adanya upaya pemulihan setelah harga emas mengalami tekanan signifikan selama pekan sebelumnya. Sebelum rebound, emas bahkan sempat menyentuh level terendah sejak pertengahan Juli.

Ringkasan harga emas:

  • Emas spot (XAU/USD): US$4.008,70 per troy ounce, naik 0,3%.

  • Emas berjangka AS: US$4.021,90 per troy ounce, naik 0,3%.

  • Kinerja mingguan sebelumnya: Turun sekitar 4%.

Data tersebut mengacu pada laporan Reuters untuk sesi perdagangan awal pada 26 Oktober 2026, bukan kuotasi harga real-time.

2. Faktor Penggerak Harga Emas

Harga Minyak Melemah, Tekanan Inflasi Berkurang

Harga minyak mentah melemah pada awal pekan setelah sebelumnya mendekati level tertinggi dalam enam bulan. Harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi.

Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi, sehingga memberikan ruang bagi harga emas untuk memulihkan sebagian kerugiannya. Namun, risiko geopolitik masih membayangi pasar energi, termasuk akibat serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi yang menambah ketidakpastian terhadap stabilitas pasokan minyak.

Jika harga minyak terus melemah, kekhawatiran terhadap inflasi dapat berkurang dan mendukung emas. Sebaliknya, lonjakan harga energi berpotensi kembali meningkatkan tekanan terhadap logam mulia apabila memicu ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.

Pertemuan The Fed Menjadi Fokus Pasar

Pelaku pasar kini menantikan pertemuan Federal Reserve pada 27–28 Oktober 2026. Ekspektasi utama mengarah pada kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga, meskipun prospek kebijakan pada Desember masih menjadi perhatian investor.

Suku bunga yang bertahan tinggi cenderung membebani harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Kondisi tersebut dapat meningkatkan daya tarik instrumen berbunga, terutama ketika imbal hasil obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan.

Sebaliknya, apabila pernyataan The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih longgar daripada perkiraan pasar, emas berpotensi memperoleh dukungan untuk melanjutkan pemulihan.

Karena itu, perhatian investor tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada pernyataan pejabat The Fed mengenai inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang.

Dolar AS dan Imbal Hasil Treasury Tetap Menentukan

Pergerakan dolar AS dan imbal hasil Treasury AS masih menjadi faktor penting bagi arah XAU/USD. Dolar yang menguat cenderung membuat emas lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, sehingga berpotensi menekan permintaan.

Sementara itu, kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya peluang memegang emas dibandingkan aset yang memberikan bunga. Sebaliknya, pelemahan dolar dan penurunan imbal hasil dapat memberikan dukungan bagi logam mulia.

Investor akan mencermati apakah pelemahan harga minyak mampu meredakan kekhawatiran inflasi dan menahan kenaikan imbal hasil obligasi. Jika dolar dan imbal hasil kembali menguat menjelang pertemuan The Fed, peluang pemulihan emas berpotensi menjadi terbatas.

3. Analisis Teknikal XAU/USD

Secara teknikal, level US$4.000 menjadi area psikologis penting bagi harga emas setelah sebelumnya mengalami tekanan hingga mendekati batas tersebut. Rebound pada Senin menunjukkan adanya upaya pemulihan, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa tren bearish telah berakhir.

Berikut beberapa level harga yang perlu diperhatikan:

Level hargaImplikasi
US$4.000Support psikologis utama yang perlu dipertahankan.
US$4.020–4.025Area acuan awal untuk menilai kekuatan rebound berdasarkan kisaran harga emas berjangka yang dilaporkan.
Di bawah US$4.000Risiko tekanan jual lanjutan apabila penembusan terkonfirmasi.
Di atas US$4.025Peluang pemulihan lebih lanjut, dengan tetap membutuhkan konfirmasi pergerakan harga.

Perlu diperhatikan bahwa area US$4.020–4.025 mengacu pada kisaran harga emas berjangka AS, bukan level resistance teknikal yang telah terkonfirmasi untuk emas spot XAU/USD.

Apabila harga mampu bertahan di atas US$4.000 dan melanjutkan kenaikan, peluang pemulihan jangka pendek dapat terbuka. Namun, jika harga kembali turun dan menembus support tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut.

4. Prospek Harga Emas Selanjutnya

Dalam jangka pendek, harga emas berpeluang melanjutkan rebound apabila harga minyak tetap melemah, tekanan inflasi mereda, serta dolar AS dan imbal hasil Treasury tidak kembali menguat secara signifikan.

Meski demikian, risiko penurunan masih perlu diwaspadai. Kegagalan mempertahankan harga di atas US$4.000 dapat memicu tekanan jual tambahan, terutama jika pasar kembali memperhitungkan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih panjang.

Dua katalis utama yang berpotensi meningkatkan volatilitas adalah pertemuan The Fed pada 27–28 Oktober dan perkembangan konflik AS–Iran. Perubahan sentimen terhadap kedua faktor tersebut dapat memengaruhi dolar AS, imbal hasil obligasi, serta permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Kesimpulan: Harga emas dunia mencoba rebound pada 26 Oktober 2026 setelah mencatat penurunan mingguan tajam. Pelemahan harga minyak memberikan peluang pemulihan, tetapi arah XAU/USD selanjutnya masih bergantung pada perkembangan kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, imbal hasil Treasury, dan situasi geopolitik. Level US$4.000 menjadi area psikologis penting yang perlu diperhatikan untuk menilai apakah pemulihan dapat berlanjut atau tekanan bearish kembali mendominasi.

Share: